UIN Walisongo Semarang
Siti Nur Aisyah, Anak Petani Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Berprestasi Internasional
Air mata haru, kerja keras, dan mimpi besar menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan akademik Siti Nur Aisyah.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Siang hari diisi dengan jadwal kuliah, sementara malamnya dihabiskan untuk mengaji dan mengikuti aktivitas pondok.
Tidak jarang tugas akademik menumpuk bersamaan dengan agenda pesantren.
“Ada masa saya menangis diam-diam karena rasanya berat sekali. Saya bahkan sempat ingin keluar dari pondok supaya tidak terlalu sibuk,” ungkapnya.
Namun, di saat ingin menyerah, orang tua menjadi penguat terbesar.
Nasihat sederhana mereka terus ia ingat: ketika ingin menyerah, lihatlah kedua orang tua yang mati-matian mengusahakan kebutuhanmu.
Cobaan lain datang saat semester tujuh. Sebuah kecelakaan membuat rencana akademiknya berantakan.
Ia harus izin magang, tertinggal dari teman-temannya, dan hingga kini masih menyimpan trauma.
“Saat itu rasanya seperti waktu berhenti. Semua yang sudah saya rencanakan tiba-tiba hancur,” katanya.
Kesulitan ekonomi keluarga juga sempat membuatnya berpikir untuk berhenti kuliah.
Sebagai anak petani dengan penghasilan panen yang hanya dua kali setahun, Aisyah melihat sendiri perjuangan orang tuanya, bahkan pernah menyaksikan mereka meminjam uang kepada saudara agar ia bisa kembali kuliah di Semarang.
“Saya pernah merasa menjadi beban dan ingin berhenti kuliah karena biaya,” ujarnya pelan.
Namun justru dari keterbatasan itulah tekadnya tumbuh semakin kuat.
Sebagai mahasiswa Perbankan Syariah, Aisyah meneliti tema yang dekat dengan kehidupan pesantren.
Skripsinya berjudul “Pengaruh Kontrol Diri, Literasi Keuangan Syariah, dan Lingkungan Sosial terhadap Minat Menabung Santri di Bank Syariah”.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana perilaku finansial santri dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pemahaman keuangan syariah, lingkungan sosial, hingga kemampuan mengendalikan diri.
| Mita Putri Apriliani dari Tata Boga Papua Barat Jadi Wisudawan Terbaik Moderasi di UIN Walisongo |
|
|---|
| Aisyah, Sarjana Pertama Keluarga Raih Wisudawan Terbaik Lewat Psikologi dan Publikasi |
|
|---|
| Amelia Kenang Perjuangan Kuliah sambil Kerja hingga Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo |
|
|---|
| Rektor UIN Walisongo Dorong Internasionalisasi, Beasiswa, Dan Prodi Baru Menuju WCU |
|
|---|
| Wisuda UIN Walisongo Mei 2026 lepas 642 Lulusan dan Apresiasi Karya Tugas Akhir Terbaik. |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260527_uinws06433344.jpg)