UIN SAIZU Purwokerto
Program Magang Mengajar FTIK UIN Saizu Bantu Atasi Kekurangan Guru di Banjarnegara
FTIK UIN Saizu menyiapkan 300 mahasiswa untuk program magang mengajar di Banjarnegara guna membantu sekolah yang kekurangan guru.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melalui Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) memperkuat kolaborasi pendidikan bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Program Magang dan Asistensi Mengajar Terintegrasi Tahun 2026.
Program tersebut disiapkan sebagai langkah nyata membantu sekolah-sekolah yang masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda silaturahmi dan koordinasi yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Banjarnegara pada pukul 13.00 WIB.
Pertemuan dihadiri jajaran pimpinan FTIK UIN Saizu dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, termasuk Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara Teguh Handoko.
Dari pihak FTIK UIN Saizu hadir Dekan FTIK Prof. Fauzi, Wakil Dekan I Prof. Suparjo, Wakil Dekan II Dr. Nurfuadi, Wakil Dekan III Prof. Subur, Ketua Prodi PGMI Dr. Donny Khoirul Azis, Sekretaris Prodi PGMI Hendri Purbo Waseso, Ketua Prodi PAI Dr. Misbah, serta jajaran pimpinan lainnya.
Kepala Dindikpora Banjarnegara, Teguh Handoko, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kebutuhan riil di lapangan, terutama terkait masih kurangnya guru kelas dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sejumlah sekolah.
“Berangkat dari belum tercukupinya guru dan/atau guru PAI yang sudah PPG, FTIK UIN Saizu menerjunkan mahasiswa melalui program Magang dan Asistensi Mengajar Terintegrasi,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat layanan pendidikan dasar di Banjarnegara.
Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan dukungan tambahan bagi sekolah dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Dekan FTIK UIN Saizu Prof. Fauzi menegaskan bahwa program magang dan asistensi mengajar tidak hanya menjadi bagian dari praktik akademik mahasiswa, tetapi juga bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya membawa program kampus, tetapi juga membawa semangat pengabdian,” katanya.
Ia menjelaskan, kerja sama FTIK UIN Saizu dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah terjalin melalui berbagai program pendidikan dan pengabdian masyarakat sejak beberapa tahun terakhir, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Menurut Prof. Fauzi, program magang tersebut dirancang secara profesional dengan sistem yang terukur.
Kegiatan magang dikonversikan setara 24 SKS dan dipadukan dengan aktivitas pengabdian masyarakat.
“Mahasiswa diterjunkan sesuai standar SOP yang telah disusun dan didampingi dosen pembimbing lapangan pada setiap kelompok,” jelasnya.
| Bangun Kampus Berintegritas, UIN Saizu Gelar Webinar Pendidikan Antikorupsi |
|
|---|
| PSGA UIN Saizu Gelar Workshop Gender Berbasis Projek Kolaborasi, Bahas Pencegahan Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Pascasarjana UIN Saizu Matangkan Seminar Internasional Bersama USIM Malaysia |
|
|---|
| ASN UIN Saizu Ikuti E-Learning ASN Berintegritas Batch 5 untuk Perkuat Budaya Antikorupsi |
|
|---|
| UIN Saizu Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Sertifikat UTBK, Ini Jadwal Dan Syaratnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260529-ftik-saizu.jpg)