Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Safira Ila Mardhatillah, Wisudawan Terbaik S2 Hukum UIN Walisongo dan Peneliti Korupsi Timah

Sosok wisudawan terbaik sering kali identik dengan tumpukan buku, nilai sempurna, dan rutinitas belajar yang disiplin.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Safira Ila Mardhatillah resmi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Magister Hukum (S2) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Wali Songo 

Baginya, menghargai waktu adalah bagian dari kedisiplinan diri.

“Saya terbiasa menyelesaikan tugas lebih awal, tidak menumpuk pekerjaan. Dari situ saya belajar bahwa waktu harus benar-benar dikelola dengan baik,” katanya.

Di balik prestasinya, Safira juga membawa keresahan besar terhadap isu lingkungan hidup.

Dalam tesisnya, Safira mengangkat persoalan korupsi tata niaga timah yang berdampak pada kerusakan ekologis.

Penelitiannya menyoroti bagaimana kerugian lingkungan seharusnya dihitung sebagai bagian dari kerugian negara dalam perkara pidana korupsi.

Menurutnya, banyak lahan bekas tambang yang dibiarkan tanpa reklamasi dan restorasi sehingga berpotensi memicu bencana seperti banjir, longsor, hingga hilangnya kawasan hutan.

“Kerugian ekologis harus diperhitungkan secara jelas dalam penyelesaian pidana korupsi agar ada keadilan bagi lingkungan dan masyarakat,” tegas Safira.

Menariknya, penelitian itu tidak hanya dilihat dari perspektif hukum semata.

Safira memadukan pendekatan hukum, lingkungan hidup, ekonomi, hingga sosial, yang menurutnya menjadi bentuk nyata implementasi visi Unity of Sciences di UIN Walisongo.

“Pengetahuan tidak cukup dilihat dari satu sudut pandang saja. Dalam tesis saya, ada banyak pendekatan keilmuan yang saling terhubung,” jelasnya.

Di balik capaian akademik yang membanggakan, Safira mengaku perjalanan studi magister tidak selalu berjalan mulus.

Fase paling berat justru ia alami di awal perkuliahan, terutama ketika proses pengajuan judul tesis yang berkali-kali direvisi.

Saat itu, ia bahkan sempat merasa tidak sanggup menjalani ritme studi S2. Namun, Safira memilih bertahan.

“Kadang rasanya hampir ingin menyerah, tetapi saya kembali mengingat niat awal. Saya percaya setiap ujian diberikan karena kita mampu menghadapinya,” katanya.

Dalam proses bertahan itu, Safira mengaku banyak terinspirasi oleh teladan Nabi Muhammad.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved