UIN Walisongo Semarang
Semangat Berbagi di Tengah Tantangan Ekonomi, Jumlah Hewan Kurban Di UIN Walisongo Meningkat
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di area Auditorium
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di area Auditorium Prof. Ahmad Ludjito Kampus I UIN Walisongo Semarang, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Prof. Dr. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. Umul Baroroh, M.Ag, para dekan, serta kepala bagian di lingkungan UIN Walisongo Semarang.
Ketua Badan Amalan Islam (BAI) UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Tholkhatul Khoir, M.Ag, melaporkan bahwa hewan kurban tahun ini terdiri atas enam sapi dan delapan kambing yang berasal dari 49 mudhokhi atau pemberi hewan kurban.
“Alhamdulillah, partisipasi sivitas akademika dan para pekurban terus menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Tholkhatul Khoir.
Ia menjelaskan, daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga UIN Walisongo serta masyarakat di sekitar kampus agar manfaat kurban dapat dirasakan secara lebih luas.
Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag, menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan kurban tahun ini mengalami peningkatan jumlah hewan dibandingkan tahun sebelumnya meskipun situasi ekonomi masih penuh tantangan.
“Alhamdulillah kita bisa mengadakan kurban. Pada situasi ekonomi seperti ini ada peningkatan jumlah dibanding tahun lalu,” kata Musahadi.
Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa ibadah kurban tidak boleh hanya dipahami sebagai ritual tahunan yang sebatas memenuhi syarat fikih, melainkan perlu dimaknai lebih dalam dari sisi moral dan spiritual.
“Kurban adalah ibadah tahunan, sehingga kita perlu memberi pemaknaan yang lebih mendalam. Bukan hanya sekadar menuruti syarat fikihnya saja, tetapi melupakan aspek moral dan spirit di balik ibadah kurban,” ujarnya.
Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momentum kurban sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat kesalehan sosial dan komitmen terhadap kemaslahatan lembaga.
“Terima kasih kepada para mudhokhi yang sudah menyerahkan kurbannya di UIN serta semua pihak yang terlibat pada kegiatan kali ini,” ujarnya.
Melalui momentum Idul Adha ini, UIN Walisongo Semarang tidak hanya menghadirkan tradisi penyembelihan hewan kurban, tetapi juga meneguhkan nilai kepedulian, solidaritas, dan pengabdian sosial di tengah masyarakat.
Semangat berbagi yang tercermin dari meningkatnya jumlah hewan kurban menjadi simbol bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual semata, melainkan diwujudkan melalui kebermanfaatan nyata bagi sesama.(***)
| Implementasikan Tri Dharma, Dosen dan Tendik UIN Walisongo Menjadi Imam dan Khotib Idul Adha |
|
|---|
| Safira Ila Mardhatillah, Wisudawan Terbaik S2 Hukum UIN Walisongo dan Peneliti Korupsi Timah |
|
|---|
| Fatih Ahmad Hilmy Teliti Dzikir Napas, Nyaris Putus Kuliah Karena Biaya, Kini Siap Lanjut S3 |
|
|---|
| Amelia Kuliah sambil Kerja hingga Subuh, Jadi Wisudawan Terbaik di UIN Walisongo |
|
|---|
| Laya Lia, Anak Petani Lereng Gunung, Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Lewat Riset Adas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260531_uinws400010019243333.jpg)