UIN SAIZU Purwokerto
PMB Pascasarjana UIN Saizu 2026 Sukses Digelar, Calon Magister dan Doktor Ikuti Seleksi Hybrid
PMB Pascasarjana UIN Saizu 2026/2027 diikuti 67 calon magister dan doktor melalui seleksi CBT dan wawancara hybrid.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sukses menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini menjadi tahap penting guna menjaring calon mahasiswa magister dan doktor yang memiliki kompetensi akademik, integritas, serta visi pengembangan keilmuan yang kuat.
Sebanyak 67 calon mahasiswa mengikuti rangkaian seleksi yang dirancang secara komprehensif untuk memastikan kualitas peserta yang akan bergabung dengan lingkungan akademik Pascasarjana.
Melalui proses seleksi yang ketat namun tetap fleksibel, kampus berupaya menghadirkan pendidikan pascasarjana yang berkualitas dan dapat diakses oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, PMB Gelombang I terdiri atas dua tahapan utama.
Tahap pertama adalah Computer Based Test (CBT) yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer Pascasarjana.
Ujian ini bertujuan mengukur kemampuan akademik peserta, wawasan keislaman, serta kompetensi bahasa asing, meliputi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Tahap kedua berupa wawancara akademik yang digelar di Gedung Pascasarjana.
Pada sesi ini, tim penguji menggali lebih dalam motivasi peserta dalam melanjutkan studi, kesiapan akademik, serta rencana penelitian yang akan dikembangkan selama menempuh pendidikan magister maupun doktor.
Melalui dua tahapan tersebut, Pascasarjana UIN Saizu berupaya memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima memiliki kapasitas intelektual, komitmen akademik, dan kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Ketua Panitia PMB Pascasarjana, Dr. Fahri Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran seluruh proses seleksi yang berlangsung dengan sistem hybrid.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kemudahan bagi peserta yang berasal dari luar daerah dan memiliki keterbatasan jarak menuju Purwokerto.
“Alhamdulillah ujian telah berjalan lancar. Ujian berlangsung secara hybrid. Pada prinsipnya, ujian wajib dilaksanakan secara luring di kampus. Tetapi mengingat sebagian peserta berasal dari kota yang jauh dari Purwokerto, kami perbolehkan melaksanakan secara daring. Seperti peserta dari Lampung dan Ponorogo kami perbolehkan ujian secara daring,” ujar Dr. Fahri.
Meski mengedepankan pelaksanaan secara tatap muka, penerapan sistem hybrid menunjukkan komitmen Pascasarjana UIN Saizu dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern, khususnya kalangan profesional, guru, dosen, peneliti, dan praktisi yang ingin melanjutkan studi.
Keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Pascasarjana UIN Saizu.
| UIN Saizu dan USIM Malaysia Bahas Dakwah Nusantara serta Publikasi Ilmiah Bereputasi |
|
|---|
| Warek III UIN Saizu Raih Predikat Master Trainer dan Asesor BNSP, Dipercaya Menguji Direktur KMPsia |
|
|---|
| Akreditasi Unggul, Prodi PAI UIN Saizu Siapkan Guru Agama Islam Adaptif Teknologi |
|
|---|
| Public Hearing UIN Saizu Hadirkan Dialog Terbuka tentang Layanan dan Kebijakan Kampus |
|
|---|
| Pembina Adiksi UIN Saizu Purwokerto Dorong Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Terus Ukir Prestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260603_PASCA_SAIZU.jpg)