Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

SPMB SMAN 1 Batang Mulai Dipadati Pendaftar, Salah Upload Berkas Jadi Kendala Utama

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Batang mulai dipadati calon murid baru (CMB)

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
SPMB BATANG - Suasana Proses SPMB di SMA Negeri 1 Batang, sudah ramai, Jumat (5/6/2026). Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Batang mulai dipadati calon murid baru (CMB).  

SPMB SMAN 1 Batang Mulai Dipadati Pendaftar, Salah Upload Berkas Jadi Kendala Utama


TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Batang mulai dipadati calon murid baru (CMB). 

Sekolah unggulan di Kabupaten Batang itu kini fokus melayani pendampingan pengajuan akun dan verifikasi berkas hingga 12 Juni mendatang.

Waka Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMA Negeri 1 Batang, Tri Tunggal Prihat Setiyotomo mengatakan, proses pendaftaran sejauh ini berjalan lancar meski masih ditemukan sejumlah kendala teknis dari para pendaftar.

“Untuk hari ini kami melayani pendampingan pengajuan akun dan verifikasi berkas sampai nanti tanggal 12,” kata Tri kepada Tribunjateng, Jumat (5/6/2026). 

Baca juga: Hari Pertama Verifikasi SPMB Jateng, SMAN 12 Semarang Diserbu Pendaftar

Menurutnya, kendala paling sering ditemukan berasal dari kesalahan calon murid baru saat mengunggah dokumen persyaratan.

“Yang paling sering adalah salah upload dokumen. Jadi nanti dari tim verifikasi membatalkan ajuan akun, kemudian calon murid baru harus mengulangi lagi pengajuan akun dengan data yang benar,” jelasnya.

Selain itu, persoalan titik koordinat alamat rumah yang tidak sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) juga masih banyak ditemukan dalam proses verifikasi.

Tri menyebut, sistem secara otomatis membaca lokasi berdasarkan zona kecamatan yang sesuai dengan alamat pada KK. 

Namun, masih ada calon siswa yang memasukkan titik lokasi di luar wilayah domisilinya.

“Kadang titik koordinatnya berada di luar zona hijaunya, berarti di luar kecamatan berdasarkan KK. Itu harus dibetulkan dulu agar sesuai alamat KK,” ungkapnya. 

Di SMAN 1 Batang sendiri, pihak sekolah mencatat lebih dari 20 kasus titik koordinat yang tidak sesuai selama proses pengajuan akun berlangsung.

“Ada 20-an lebih titik koordinat yang masih belum sesuai,” tuturnya. 

Dalam SPMB 2026 Provinsi Jawa Tengah, terdapat empat jalur penerimaan yang dapat dipilih calon siswa, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi atau perpindahan orang tua.

Tri menjelaskan, jalur domisili menitikberatkan pada jarak tempat tinggal dengan sekolah. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved