Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Seminar Nasional FEBI UIN Saizu: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Utama Ekonomi Digital Indonesia

Seminar Nasional FEBI UIN Saizu mendorong mahasiswa menjadi penggerak ekonomi digital melalui inovasi, kreativitas, dan teknologi.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Seminar Nasional FEBI UIN Saizu mendorong mahasiswa menjadi penggerak ekonomi digital melalui inovasi, kreativitas, dan teknologi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif dan Digital Marketing 2026 yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI UIN Saizu di Auditorium UIN Saizu Purwokerto, Kamis (4/6/2026).

Mengangkat tema “Membangun Generasi Kreatif dan Inovatif di Era Ekonomi Digital,” kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi industri, serta pelaku bisnis digital untuk berbagi wawasan mengenai peluang dan tantangan ekonomi kreatif di tengah pesatnya transformasi teknologi.

Seminar diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias menyimak materi dan berdiskusi langsung dengan para narasumber.

Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan dunia akademik dengan dunia industri dalam rangka memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi era digital.

Ketua DEMA FEBI UIN Saizu, Fadel Rosadi menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi dan pelaku usaha berbasis digital.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membuka peluang yang sangat besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional melalui berbagai sektor kreatif dan teknologi.

"Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk menciptakan inovasi, membangun usaha, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu narasumber, M. Noor Fahmi, membawakan materi bertajuk Mahasiswa sebagai Katalisator Transformasi Ekonomi 5.0.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki keunggulan berupa literasi digital yang tinggi, kreativitas, serta jaringan sosial yang luas.

Modal tersebut dapat dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar ekonomi digital di kawasan ASEAN dengan potensi valuasi mencapai USD 130 miliar.

Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan ekonomi berbasis teknologi.

Sementara itu, praktisi digital marketing dari Prudential Syariah, M. Daffa Hammam, menyampaikan materi bertajuk The Power of Knowing. Ia menjelaskan bahwa digital marketing modern tidak hanya berfokus pada aktivitas promosi di media sosial, tetapi juga kemampuan memahami perilaku konsumen melalui analisis data.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved