Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Harkat Negeri

Dosen DKV Universitas Harkat Negeri Inisiasi Paradigma Deep Learning dan PjBL Berbasis STEM

Universitas Harkat Negeri terus mempertegas komitmennya dalam mengabdi dan mentransfer nilai-nilai akademik progresif

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Istimewa
Ahmad Ramdhani, dosen Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV), yang hadir sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan In-House Training (IHT) 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Universitas Harkat Negeri terus mempertegas komitmennya dalam mengabdi dan mentransfer nilai-nilai akademik progresif ke lini pendidikan vokasi demi menekan angka pengangguran terdidik di Indonesia.

Perwujudan nyata ini direfleksikan oleh Ahmad Ramdhani, dosen Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV), yang hadir sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan In-House Training (IHT) Sinkronisasi Kurikulum di SMK Negeri 1 Dukuhturi, Kabupaten Tegal pada Senin (25/5/2026). 

Acara yang mengusung tema "IHT Pengembangan Kurikulum DKV Model Deep Learning & PjBL Berbasis STEM Menuju Link & Match DUDIKA" diikuti oleh 20 guru adaptif dan normatif dari rumpun program keahlian DKV dengan mengupas tuntas jalannya rekonstruksi kurikulum yang tidak lagi sekadar mengejar angka kelulusan, melainkan membangun ekosistem yang membuat lulusan senantiasa dibutuhkan oleh industri.

Kegiatan IHT dirancang dalam bentuk lokakarya interaktif dan diskusi mendalam yang membedah lima pilar materi utama: fenomena tantangan digital, dikotomi surface learning VS deep learning, akar pedagogik guru modern, kerangka pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terintegrasi STEM, hingga metode portofolio digital siswa.

20260608_Ahmad Ramdhani1
Ahmad Ramdhani mengawali sesi dengan mengajak para guru mengamati ironi data makro ketenagakerjaa

Ahmad Ramdhani mengawali sesi dengan mengajak para guru mengamati ironi data makro ketenagakerjaan, di mana lulusan SMK kerap menyumbang angka pengangguran akibat adanya gap ilmu dan kultur mismatch dengan kebutuhan industri.

Tidak sekadar memaparkan teori, kegiatan ini memfasilitasi para guru untuk merevolusi rancangan pembelajaran mereka.

Bentuk kegiatan konkretnya meliputi pemetaan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Fase E dan F, serta menyimulasikan integrasi lintas disiplin ilmu.

Guru-guru normatif (seperti Bahasa Indonesia, PPKn dan matematika) serta guru adaptif diajak berkolaborasi merancang modul proyek kreatif DKV, misalnya mendesain kemasan ramah lingkungan menggunakan perhitungan geometris presisi (Engineering & Mathematics) atau menyusun brief desain serta portofolio profesional menggunakan literasi fungsional. 

Kepala SMK Negeri 1 Dukuhturi, Kaslani memberikan sambutan penuh afirmasi yang membakar semangat korps tenaga pendidik.

Ia menegaskan bahwa kurikulum bukanlah dokumen mati, melainkan instrumen dinamis yang menentukan nasib generasi masa depan.  

"Kegiatan IHT Sinkronisasi Kurikulum bersama Universitas Harkat Negeri ini merupakan momentum krusial bagi seluruh jajaran guru adaptif dan normatif DKV untuk melompat keluar dari zona nyaman pedagogi tradisional. Kita harus sadar bahwa tantangan ekonomi global hari ini menuntut ketahanan mental, etos kerja, dan fleksibilitas adaptasi yang tidak bisa dilahirkan hanya dari ruang kelas satu arah,” ungkapnya.

“Peran Bapak dan Ibu guru bukan sekadar mentransfer teori demi nilai rapor maupun ujian kelulusan yang memuaskan, melainkan membentuk pola pikir (growth mindset) dan menajamkan kemampuan berpikir kritis siswa. Mari kita jadikan IHT ini sebagai titik balik untuk menyatukan visi, menyusun strategi pembelajaran yang bermakna, dan berkomitmen penuh mendampingi anak didik kita,” ujarnya.

“Saya optimis, melalui sinergi akademik yang kuat ini, SMKN 1 Dukuhturi mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi memiliki bukti kompetensi nyata yang dicari oleh dunia industri." tambah Kaslani.

Senada dengan kepala sekolah, Muhamad Afandi, Ketua Program Keahlian DKV SMKN 1 Dukuhturi, memaparkan target strategis dan kemanfaatan substansial dari sinkronisasi kurikulum berbasis kemitraan ini.

"Tujuan utama dari penyelenggaraan IHT ini adalah meruntuhkan dinding pembatas antara apa yang diajarkan di sekolah dengan realitas dinamis yang berkembang di ekosistem DUDIKA. Melalui forum ini, kita ingin memastikan bahwa kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 telah selaras dengan standar kompetensi terkini, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam industri kreatif. Manfaat langsung yang ingin dicapai adalah berubahnya atmosfer pembelajaran kelas, dari yang semula sebatas pemberian 'tugas sekolah' menjadi sebuah 'simulasi kerja' dengan tenggat waktu dan standar revisi yang riil,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved