Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Harkat Negeri

Dosen DKV Universitas Harkat Negeri Inisiasi Paradigma Deep Learning dan PjBL Berbasis STEM

Universitas Harkat Negeri terus mempertegas komitmennya dalam mengabdi dan mentransfer nilai-nilai akademik progresif

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Istimewa
Ahmad Ramdhani, dosen Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV), yang hadir sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan In-House Training (IHT) 

“Kami berterima kasih atas pendampingan dari prodi D3 DKV Universitas Harkat Negeri yang membuka wawasan bahwa pelajaran normatif dan adaptif adalah fondasi soft skill yang esensial, bukan pelengkap administrasi semata. Dengan kurikulum baru ini, kita menargetkan setiap siswa yang lulus kelak dapat dengan bangga menyodorkan portofolio digital yang berisi bukti karya konkret selama tiga tahun menempuh pendidikan di sini,” tambah Afandi.

Narasumber Ahmad Ramdhani membongkar akar masalah pedagogis sekaligus menawarkan jalan keluar metodologis melalui implementasi deep learning dan kerangka kerja PjBL berbasis STEM yang terintegrasi di SMK Negeri 1 Dukuhturi.

"Dunia pendidikan kita saat ini tengah menghadapi krisis belajar yang serius akibat terjebak pada pola surface learning, di mana siswa belajar kilat hanya demi ujian dan menghafal demi nilai, namun melupakan seluruh esensi ilmu setelah kelulusan. Dalam bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) yang bergerak sangat cepat di era otomasi ini, keterampilan teknis semata akan sangat mudah kadaluarsa jika tidak ditopang oleh kemampuan memecahkan masalah kompleks,” ujar Ahmad.

“Di sinilah urgensi materi deep learning dan PjBL berbasis STEM diimplementasikan, kita mengonstruksi pembelajaran agar siswa mampu memahami makna, menghubungkan ide, dan mengolah brief desain secara kontekstual. Melalui pendekatan Engineering Design Process (EDP) yang iteratif, mulai dari bertanya, membayangkan, merancang, membuat, hingga menguji, siswa dilatih peka terhadap problem nyata di sekitarnya, seperti membantu strategi branding dan identitas visual UMKM lokal," jelas Ahmad Ramdhani. 

Lebih lanjut, akademisi Universitas Harkat Negeri ini menekankan bahwa keberanian guru untuk melakukan adaptasi dalam pembelajaran di era kecerdasan artifisial (AI) saat ini merupakan kunci utama untuk menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar selaras dengan transformasi industri nasional.

"Perubahan yang kita lakukan hari ini sesungguhnya mencerminkan transisi global yang jauh lebih besar. Dunia kini sedang bergerak dinamis dari ekonomi berbasis pengetahuan yang disebut Knowledge Economy menuju ekonomi berbasis kecerdasan atau yang disebut Intelligence Economy. Pada era sebelumnya, SMK mungkin cukup menghasilkan lulusan yang sekadar memahami teori permukaan dan patuh pada prosedur kerja standar. Namun di era AI, kemampuan prosedural seperti itu menjadi lini paling rentan yang sangat mudah digantikan oleh mesin," tambah Ahmad. 

Dalam pemaparannya menyebutkan, reorientasi kurikulum baru dan implementasi pembelajaran dirancang untuk menggeser fokus pendidikan demi melahirkan profil lulusan baru yang memiliki ketahanan kompetensi tinggi, yang mencakup kemampuan berpikir lintas disiplin guna mengkoneksikan berbagai fenomena ilmiah, menggabungkan ekosistem teknologi dengan kedalaman kreativitas visual, memecahkan masalah kompleks (complex problem solver) yang dihadapi masyarakat dan industri, memahami, membaca, dan memaknai data secara kritis, mengintegrasikan instrumen AI dengan realitas dunia nyata secara bijak dan solutif, serta senantiasa beradaptasi dengan cepat terhadap disrupsi zaman.

"Transformasi pembelajaran saat ini adalah panggilan jiwa bagi para guru untuk berani melangkah bersama menciptakan pendidikan vokasi yang bernyawa dan kembali menjadi fasilitator inspiratif, pemantik utama bagi para siswa agar tidak lagi sekedar menjadi penonton mekanis di era kecerdasan artifisial, melainkan tumbuh menjadi creator yang berdaya menciptakan solusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat," pungkas Ahmad. (***)

 

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved