Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Balas Kritikan Lewat Gol Kemenangan, Otavio Dutra Singgung Masalah Adaptasi

Setelah sempat menuai kritik atas rapuhnya lini pertahanan tim pada laga kontra Deltras FC di pekan ke-16 Pegadaian Championship

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
SELEBRASI - Pemain PSIS Semarang Otavio Dutra ke arah suporter meminta agar terus menghidupkan atmosfer di kandang sendiri usai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan, Sabtu (25/1/2026) malam - TRIBUN/ F ARIEL SETIAPUTRA 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah sempat menuai kritik atas rapuhnya lini pertahanan tim pada laga kontra Deltras FC di pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/2026 , kapten sekaligus salah satu pemain tertua PSIS Semarang, Otavio Dutra menjawab tekanan tersebut melalui golnya di pekan ke-17.


Pada laga melawan Persela Lamongan yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (24/1/2026) malam, Otavio menjadi pahlawan kemenangan tim lewat golnya di menit 54. Gol tersebut satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan yang diguyur hujan ringan selama 90 menit tersebut.


"Ya, puji Tuhan kita bisa mendapatkan tiga poin di kandang. Ini tiga poin pertama (Kemenangan-red) sejak saya datang ke sini," kata Dutra, mengomentari hasil pertandingan.


Tampil dengan skema 3-5-2, PSIS bermain lebih solid dibanding di laga sebelumnya.


Di lini belakang, Dutra bahu membahu dengan Aldair Simanca dan Dani Ibrohim.


Dikatakan Dutra, kemenangan atas Persela harus dibayar dengan perjuangan keras. Apalagi, timnya harus bermain dengan sepuluh orang di pertengahan babak pertama karena Safna Delpi diusir wasit karena kartu merah.

Baca juga: Mengenal Patlikuran, Ruang Nguri-uri Dolanan Tradisional bagi Anak PAUD di Salatiga

Baca juga: Wanita Plus Size Tak Perlu Insecure di Hari Pernikahan, Ada Nadya Sriningrum


"Pertandingan sangat berat, apalagi kami harus bermain dengan kekurangan satu pemain di babak pertama. Tapi kami tidak terlalu merasakan itu karena semua pemain bekerja keras," kata dia.


"Meskipun kehilangan satu pemain, teman-teman justru tampil lebih dan itu menurut saya menjadi kunci kesuksesan kami sehingga kami bisa meraih tiga poin di kandang," ungkapnya.


Disinggung soal performanya yang sempat disorot saat laga melawan Deltras FC, termasuk juga ketika melawan PSS Sleman, Dutra membela diri dan mengatakan bahwa faktor adaptasi menjadi kendalanya sebagai pemain yang baru bergabung di paruh kedua musim ini untuk tim Mahesa Jenar.


"Ya, karena kami baru datang dan saya belum terlalu mengenal teman-teman.

Memang kami butuh waktu. 

Banyak pemain baru datang dan kami belum banyak bermain bersama. Baru hari ini kami benar-benar bermain sebagai satu tim dan hasilnya bisa kita lihat.

Semua bekerja keras dan puji Tuhan kami bisa menang melawan tim yang kuat," ungkap pemain berusia 42 tahun tersebut.


Dutra berharap, adaptasi dan chemistry antar pemain bisa semakin terbentuk untuk sisa laga yang masih menanti musim ini.


Terdekat, PSIS kembali akan menjamu Kendal Tornado FC dalam laga pekan ke-18 atau laga penutup putaran kedua kompetisi Championship musim ini di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat pekan depan.


"Kami punya tim yang bagus, tetapi masih membutuhkan banyak komunikasi dan kerja sama karena setiap pertandingan itu berbeda.

Terima kasih untuk dukungan suporter yang datang dan memberikan semangat luar biasa," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved