Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Jejak Gujarat Hidup dalam Semangkuk Bubur India di Masjid Pekojan

Masjid Jami Pekojan, Kota Semarang, memiliki sajian khusus untuk takjil setiap Ramadan, yakni bubur india.

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 22 Februari 2026 

Semua dikendalikan manual.

Di atasnya, dandang tembaga berukuran jumbo menjadi andalan.

“Dandang ini bukan barang pasaran. Harus pesan khusus, ini didatangkan dari Boyolali. Bahannya tembaga, kuat air dan panas,” jelas Serin. 

Dandang lama bisa menipis dan bocor setelah bertahun-tahun dipakai.

Jika rusak, harus diganti dengan alat serupa yang sanggup bekerja lama.

Dalam satu kali masak, sekitar 21 kilogram beras diolah menjadi lebih dari 200 porsi bubur.  

Separuh disajikan untuk jamaah berbuka di masjid, separuh lagi dibagikan kepada warga sekitar.

Uniknya bahan-bahan membuat bubur legendaris ini datang dari para donatur yang merupakan jemaah masjid, masyarakat sekitar, atau pun warga luar kota yang merasa memiliki kedekatan emosional dengan Masjid Jami Pekojan.

Beras, santan, tulang sapi, gula, teh, susu, hingga kayu bakar datang dari sumbangan jemaah dan simpatisan, bahkan dari luar kota.

“Kadang dari Jakarta, dari mana-mana. Mereka tahu dari cerita orang atau dari media, terus datang ke sini,” ujarnya.

Saat waktu berbuka tiba, bubur india disajikan dalam mangkuk warna-warni.

Di atasnya disiram sambal goreng tahu, labu siam, dan krecek.

Pelengkapnya sederhana tapi lengkap: kurma, semangka, wingko, kerupuk, serta segelas teh atau susu.

Di Pekojan, bubur india lebih dari sekadar takjil. Ia menjadi ingatan kolektif tentang perjalanan, perjumpaan budaya, dan gotong royong. (Rezanda Akbar D)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved