Tribunjateng Hari ini
Jejak Gujarat Hidup dalam Semangkuk Bubur India di Masjid Pekojan
Masjid Jami Pekojan, Kota Semarang, memiliki sajian khusus untuk takjil setiap Ramadan, yakni bubur india.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
Ia tak pernah mencatat tanggal atau tahun pasti.
Yang ia tahu, bubur ini selalu hadir setiap Ramadan, dari generasi ke generasi.
Rasanya pun menjadi titik temu dua budaya. Rempah khas India berpadu dengan santan dan selera Nusantara.
“Ini kolaborasi masakan India dan Indonesia,” katanya.
Kaldu sapi
Memasak bubur India dimulai sejak pagi mempersiapkan bahan-bahan, kemudian air direbus hingga mendidih, lalu rempah, santan dan sayuran dimasukkan pelan-pelan.
“Ada wortel, daun bawang, bawang merah, bawang putih, daun salam, kayu manis, serai, jahe, dan pandan,” kata Serin.
Yang memberi karakter kuat adalah kaldu sapi. Beberapa tulang sapi direbus lama, menyatu dengan santan dan beras.
“Bumbunya biasa saja, standar, nggak ada yang rahasia,” ujarnya.
Yang membuat rasa keluar adalah waktu dan ketelatenan mengaduk sekira satu jam harus dilakukan terus menerus sembari menjaga api tetap nyala sempurna.
Setelah semua bahan masuk, proses pengadukan berlangsung sekitar satu hingga satu setengah jam tanpa henti.
Total waktu memasak bisa mencapai tiga jam hingga menjelang azan asar.
Tungku yang digunakan masih berbahan kayu bakar.
Panasnya tak selalu stabil, kadang api sulit menyala, kadang terlalu besar.
Untuk itu perlu satu orang lagi yang mengatur kayu bakar.
| Telusur Wisata Sejarah Pekalongan, Pinot Ajak Menyelami Tinggalan Masa Lalu |
|
|---|
| Dua Hari Pascakcelakaan, Perjalanan Kereta Semarang-Jakarta Kembali Normal |
|
|---|
| Farida Jadi Korban Tabrakan KRL dan Argo Anggrek Sepulang dari Boyolali |
|
|---|
| Penahanan Fadia Arafiq Diperpanjang 30 Hari hingga 1 Juni |
|
|---|
| Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jatingaleh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-22-Februari-2026.jpg)