Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Jejak Gujarat Hidup dalam Semangkuk Bubur India di Masjid Pekojan

Masjid Jami Pekojan, Kota Semarang, memiliki sajian khusus untuk takjil setiap Ramadan, yakni bubur india.

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 22 Februari 2026 

Ia tak pernah mencatat tanggal atau tahun pasti.

Yang ia tahu, bubur ini selalu hadir setiap Ramadan, dari generasi ke generasi. 

Rasanya pun menjadi titik temu dua budaya. Rempah khas India berpadu dengan santan dan selera Nusantara.

“Ini kolaborasi masakan India dan Indonesia,” katanya.

Kaldu sapi 

Memasak bubur India dimulai sejak pagi mempersiapkan bahan-bahan, kemudian air direbus hingga mendidih, lalu rempah, santan dan sayuran dimasukkan pelan-pelan.

“Ada wortel, daun bawang, bawang merah, bawang putih, daun salam, kayu manis, serai, jahe, dan pandan,” kata Serin.

Yang memberi karakter kuat adalah kaldu sapi. Beberapa tulang sapi direbus lama, menyatu dengan santan dan beras.

“Bumbunya biasa saja, standar, nggak ada yang rahasia,” ujarnya. 

Yang membuat rasa keluar adalah waktu dan ketelatenan mengaduk sekira satu jam harus dilakukan terus menerus sembari menjaga api tetap nyala sempurna.

Setelah semua bahan masuk, proses pengadukan berlangsung sekitar satu hingga satu setengah jam tanpa henti.  

Total waktu memasak bisa mencapai tiga jam hingga menjelang azan asar.

Tungku yang digunakan masih berbahan kayu bakar.

Panasnya tak selalu stabil, kadang api sulit menyala, kadang terlalu besar.

Untuk itu perlu satu orang lagi yang mengatur kayu bakar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved