Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Sudah Imsak tapi Belum Mandi Junub, Apakah Puasanya Tetap Sah?

Sudah Imsak tapi belum mandi junub. Apakah boleh tetap berpuasa? Apakah puasanya tetap sah atau justru batal?

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
HO/IST/Instagram @buyayahya_albahjah
ULAMA- KH Yahya Zainul Ma'arif yang lebih akrab disapa Buya Yahya adalah pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon.  

“Kalau senggama di waktu sahur, tahu-tahunya belum sempat mandi, tinggal mandi saja,” jelasnya.

Meski demikian, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian diri selama Ramadan.

Bulan suci bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan memperbaiki kualitas ibadah serta kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lahir dan batin.

Dengan pemahaman yang tepat tentang hukum mandi junub dan waktu imsak, diharapkan umat Islam bisa menjalani puasa dengan lebih tenang, tanpa diliputi rasa ragu atau cemas yang tidak perlu.

Penjelasan Soal Mandi Junub

Ilustrasi mandi.
Ilustrasi mandi. (TRIBUN JATENG/Dok. Freepik/user18526052)

Mandi wajib atau mandi junub merupakan kegiatan membersihkan atau menyucikan diri dari hadas besar dengan cara menyiram air ke seluruh bagian tubuh.

Sesuai dengan namanya, mandi wajib memang harus dilakukan ketika seseorang berada dalam kondisi hadas besar, misalnya setelah berhubungan suami istri atau ketika keluar air mani akibat mimpi basah, masturbasi, maupun karena rangsangan tertentu.

Dalam kondisi tersebut, seseorang diwajibkan bersuci agar kembali dalam keadaan suci secara syariat.

Jika tidak melakukan mandi wajib setelah mengalami hal-hal tersebut, maka ia tidak diperbolehkan menjalankan beberapa ibadah tertentu.

Ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, hingga tawaf tidak sah dilakukan dalam keadaan hadas besar.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat dari yang menyebutkan bahwa salat tidak diterima dari orang yang berhadas sampai ia berwudu.

Berbeda dengan mandi biasa, mandi wajib memiliki tata cara khusus.

Rukun yang Harus Dipenuhi

Ada dua rukun utama yang harus dipenuhi.

Pertama adalah membaca niat, yang boleh diucapkan dalam hati, namun lebih baik jika dilafalkan.

Kedua adalah membasuh seluruh bagian luar tubuh tanpa terkecuali, termasuk rambut dan bulu, serta memastikan air sampai ke kulit dan pangkal rambut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved