Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tanoto Foundation

Inovasi Guru SD di Kendal, Ajak Murid Hitung Pengeluaran Rumah Pakai Metode Detektif Angka

Dari hasil pelatihan Tanoto Foundation, Hadi lebih paham cara mengajarkan numerasi secara sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
IST/TANOTO FOUNDATION
TERAPKAN PEMBELAJARAN - Guru SDN 2 Korowelanganyar Kecamatan Cepiring, Kendal Hadi Sumarto (batik cokelat) mendampingi murid kelas 4 menerapkan inovasi pembelajaran numerasi menggunakan kartu detektif angka.  

Inovasi Guru SD di Kendal, Ajak Murid Hitung Pengeluaran Rumah Pakai Metode Detektif Angka

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - “Kok banyak sekali pengeluaran ibu bulan ini?" 

Sepatah kalimat itu kerap terdengar dari murid kelas 4 SDN 2 Korowelanganyar Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal saat mengaplikasikan metode pembelajaran numerasi di rumah.

Inovasi itu dibawa oleh Hadi Sumarto, seorang guru yang mengenalkan konsep belajar numerasi lewat kartu detektif angka.

Dari hasil pelatihan Tanoto Foundation yang diikuti akhir tahun 2025 lalu, Hadi menjadi lebih paham cara mengajarkan numerasi secara sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami murid. 

Baca juga: Literasi Numerasi Menyenangkan Lewat Math Fortress, Inovasi Bu Feti Guru SDN Lebakgowah 01 Tegal 

Selain itu, dirinya juga lebih terampil membuat pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada murid.

Melalui skema pembelajaran itu, murid tak sekedar belajar memahami ilmu perhitungan yang selama ini menjadi tantangan tersendiri. 

Lewat inovasi yang diramu Hadi Sumarto, numerasi berubah wajah, tak lagi menakutkan dengan deret rumus di papan tulis. 

Numerasi menjelma menjadi percakapan mengasyikkan tentang tagihan listrik dan air PDAM, struk belanja pengeluaran dapur, serta menjadi tanya-jawab anak dan orang tua yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Dosen tutor di Universitas Terbuka itu sengaja merancang metode pembelajaran numerasi yang lebih menyenangkan dan mengasyikkan bagi siswa. 

Dia sadar betul, numerasi selama ini kerap menjadi materi yang membuat mindset murid terkurung dalam rumus.

"Jadi kalau pembelajaran numerasi itu tidak bisa instan. Harus secara perlahan kita sampaikan kepada murid," katanya saat ditemui Tribun Jateng, pada Rabu (22/4/2026).

Dalam memperkenalkan inovasi pembelajaran numerasi berupa kartu detektif angka, Alumnus S2 Universitas Negeri Semarang itu membagi misi dalam 5 tingkatan. Yakni, detektif listrik, detektif pengeluaran, detektif dapur, detektif air, serta detektif perbandingan. 

Adapun tugas murid cukup sederhana, yakni mencatat pengeluaran dari masing-masing tingkatan. Setelah itu, di tingkatan terakhir, murid akan membandingkan hasil perhitungannya secara akumulatif. 

Lalu, murid diajak untuk menganalisa setiap hasil perhitungan itu yang disampaikan secara bergantian di dalam kelas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved