Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

78 Ribu Rekomendasi PBI JK Sudah Terbit, Dinkes Semarang Percepat Proses

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyebut proses reaktivasi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih berlangsung.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
WAWANCARA - Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam saat wawancara di sela kegiatan di Tawang Mas Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyebut proses reaktivasi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) yang berstatus nonaktif di Kota Semarang saat ini masih berlangsung.

Tercatat sekitar 98 ribu peserta dinonaktifkan dan kini dalam tahap pendataan serta verifikasi.

Baca juga: Kasus Stunting Terkonsentrasi di Wilayah Semarang Utara, Abdul Hakam: 3 Bulan Saja Tak Cukup

Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari puskesmas terkait warga yang perlu direaktivasi.

Dia menyebut, Dinkes telah menerbitkan 78.724 surat rekomendasi.

"Sejak Senin (23/2) sore, rekom yang sudah kita keluarkan sebanyak 78.724," jelas Hakam.

Hakam menyatakan, rekomendasi tersebut menjadi salah satu syarat dalam proses pengajuan reaktivasi.

Ia menerangkan, setelah rekomendasi diterbitkan, Dinsos melakukan pemadanan data seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.

Sebagian data disebut sudah diunggah, sementara sisanya masih dalam proses kelengkapan administrasi.

Terkait kendala, Dinkes menyebut verifikasi dapat terhambat apabila data warga tidak tercatat dalam sistem informasi manajemen puskesmas (SIMPUS).

Namun secara umum, klaimnya, proses berjalan karena puskesmas memiliki data rekam layanan masyarakat.

Baca juga: 1.800 Warga Berhasil Reaktivasi PBI JKN, Dinsos Wonosobo Minta Peserta Nonaktif Tak Panik

Hakam menambahkan, untuk warga dengan kebutuhan layanan mendesak, sementara waktu dapat memanfaatkan skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai APBD Kota Semarang

Dia menjelaskan, sudah ada sekitar 6.800 peserta yang dinonaktifkan pada Januari telah dimasukkan ke skema UHC agar tetap memperoleh layanan kesehatan.

"Pasien yang dinonaktifkan itu Januari sekitar 6.800 (jiwa). Tapi kan langsung dimasukkan ke UHC. Bulan Januari kemarin sudah ada sekitar 6.800," katanya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved