Berita Semarang
Harga Beras Medium di Semarang Tembus Rp15 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya
Ini penyebab harga beras medium di Kota Semarang saat ini terpantau di atas harga eceran tertinggi (HET) atau sekira Rp15 ribu per kilogram.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
Meski saat ini sudah digelontor beras SPHP, diucapnya, harga beras medium masih ada yang tinggi mengingat beras medium tidak hanya SPHP.
Bahkan, harga beras medium dan premium selisih sangat tipis.
"Medium dan premium selisihnya cuma Rp1000," ungkapnya.
Pihaknya terus melakukan monitoring pengawasan harga beras.
Tak hanya Disdag, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang juga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan harga beras.
Baca juga: Mobilmu Mau Dipasang One Auto Film Premium? Cukup Bayar Rp2 Juta di Oneway Kaca Film Semarang
Baca juga: Lanjut Usia, Alasan Hakim Tipikor Semarang Tidak Cabut Hak Politik Mbak Ita Meski Divonis 5 Tahun
Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih menyebut, kenaikan harga terjadi akibat melonjaknya harga gabah di tingkat petani.
"Medium ini memang ada kenaikan meski sudah kami gelontor."
"Tapi kenaikannya, dari edaran Bapanas, ada kenaikan Rp 1.000 dari HET awalnya Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram," jelas Endang.
Menurutnya, faktor utama kenaikan harga beras adalah tingginya harga gabah.
Harga gabah naik, semula rata-rata Rp4.000 hingga Rp4.500 perkilogram.
Sekarang menjadi Rp6.500 per kilogram.
"Suka tidak suka, nuntut naik."
"Di penggilingan, beras medium sudah mencapai Rp13.500 per kilogram."
"Di pasaran sekira Rp14.000 hingga Rp15.000," katanya.
Meski demikian, Pemkot Semarang terus berupaya menekan harga melalui berbagai program.
| Sengketa Utang Rp16 Miliar Yoyok Sukawi, Ahli Hukum Undip Semarang Buka Suara di Persidangan |
|
|---|
| Dilaporkan ke Polisi atas Ancaman Pembunuhan, Kepala Disdag Kota Semarang Aniceto: Itu Bercanda |
|
|---|
| Sebut Pemerintah Pengkhianat, 400 Mahasiswa PMII Semarang Bakar Spanduk di Jalanan |
|
|---|
| Puskesmas Bulu Lor Luncurkan Inovasi GENERASI JUARA untuk Cegah Risiko Gagal Ginjal pada Remaja |
|
|---|
| Semarang Kota Toleran, Iswar Sebut Budaya Jadi Kunci Menjaga Harmoni Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250828-_-Beras-Medium-Pasar-Sampangan-Semarang.jpg)