Tribunjateng Hari ini
Aksi Solidaritas Kematian Ojol Ricuh, Massa di Semarang Bakar Pospol, Tiga Mobil, dan Satu Warung
Aksi solidaritas atas kematian seorang ojol di Jakarta, Affan Kurniawan, akibat dilindas mobil rantis Brimob Polri terjadi di berbagai daerah di Ind
"Aparat seharusnya bertindak sebagai pelindung bukan menjadi pembunuh bagi rakyatnya," tukasnya.
Ketua Koordinator Demo Ojol Jateng, Thomas mengaku, telah bertemu dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut, di mana hasilnya kepolisian telah memfasilitasi ojol untuk menggelar aksi doa bersama di halaman Mapolda Jateng. "Aksinya nanti malam, jadi ini (sore hari hingga malam di jalan Pahlawan-Red) bukan aksinya ojol," tuturnya.
Meski demikian, ia tidak melarang para ojol lainnya yang mau ikut demonstrasi bersama para mahasiswa. "Iya silakan ikut demo, karena itu dijamin undang-undang. Tapi jangan terprovokasi," ucapnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng, Kombes Pol Artanto membenarkan soal pertemuan ojol dengan Kapolda Jateng. "Ya kami turut mengucapkan berbelasungkawa sekaligus memastikan kejadian itu tidak terulang kembali di Jawa Tengah," bebernya.
Di Kota Solo, ratusan pengemudi ojol juga menggelar aksi di depan Mako Brimob Batalyon C Kota Solo, Jumat (29/8). Demo yang digelar sejak pukul 13.00 pun terus berlangsung hingga malam.
Aksi massa mulai ricuh sekitar pukul 15.25. Hal itu bermula saat massa aksi melihat aparat di balik pagar Mako Brimob telah menyiapkan tembakan gas air mata.
Tembakan gas air mata tersebut mayoritas diarahkan ke arah timur kantor Mako Brimob Batalyon C, yakni ke arah Stadion Manahan.
Pekatnya asap gas air mata memaksa massa aksi, warga, hingga para pedagang di shelter berhamburan menyelamatkan diri dan pergi dari lokasi.
Tak mundur
Namun, hal itu tidak membuat ratusan demonstran mundur. Mereka kembali ke lokasi dan melempar batu, botol dan sejumlah barang ke arah kantor Mako Brimob Batalyon C.
Massa juga membakar barrier jalan. Seluruh aktivitas perdagangan di sekitar Stadion Manahan lumpuh total. Para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi memilih menutup warungnya.
Sekitar pukul 16.35 WIB, gas air mata kembali ditembakkan. Para demonstran berlarian meninggalkan titik pusat lokasi. Polisi lalu membuat barikade di depan jalan Adi Sucipto.
Aksi massa kemudian membuat barisan di depan patung Soekarno Manahan. Polisi lalu memaksa demonstan untuk mundur dan membubarkan diri. Namun hingga pukul 18.00, massa aksi belum juga berhenti.
Di Yogyakarta, suasana di Mapolda DIY memanas pada Jumat petang ketika massa aksi Jogja Memanggil tiba untuk menggelar unjuk rasa. Aksi itu dimulai sekitar pukul 16.30, ketika ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil bergerak menuju gerbang utama Polda DIY.
Sejumlah pengunjuk rasa terlihat membakar tenda pleton yang berada di samping halaman Polda DIY, sementara sebuah mesin ATM juga dirusak dalam kericuhan tersebut.
Suara kaca yang pecah dan kobaran api menghiasi pemandangan di sekitar Mapolda DIY, menciptakan suasana yang tidak biasa bagi kawasan yang biasanya tenang. Meski begitu, tidak semua peserta aksi bersikap anarkis.
| Suhu Kawah Terpantau Terus Meninggi, Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi Gunung Slamet Digelar |
|
|---|
| Polisi: Ada Motif Ekonomi dalam Kasus Video Bandar Bergetar, Pelaku Niat Jual Beli Konten Asusila |
|
|---|
| Pimpin Latihan, Kas Hartadi Minta Pemain PSIS Fokus Tatap Dua Laga Tersisa |
|
|---|
| 1.727 Kendaraan Diselundupkan dari Jawa Tengah ke Timor Leste |
|
|---|
| Siswi SMP Dibakar Paman di Semarang Utara Dipindahkan ke RSWN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250829_Suasana-memanas-saat-aksi-solidaritas-ojol-dilindas-polisi-di-depan-Mapolda-Jateng_1.jpg)