Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dosen Poltekkes Semarang di Nepal

Mencekam! Kesaksian Tecky Afifah Dosen Poltekkes Semarang Terjebak Kerusuhan Nepal

Satu di antaranya adalah  Tecky Afifah Santy Amartha, dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Semarang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
Tribunjateng
Tecky Afifah Santy Amartha, dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Semarang ceritakan pengalamannya terjebak di Nepal saat terjadi kerusuhan 

TRIBUNJATENG.COM - Mencekam, satu kata yang menggambarkan kerusuhan di Nepal beberapa waktu lalu.

Suasana Nepal memanas hingga rumah mantan Perdana Menteri dibakar.

Di tengah-tengah kekacauan ini, ada sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di sana.

Satu di antaranya adalah  Tecky Afifah Santy Amartha, dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Semarang.

Dalam ceritanya, Tecky berangkat ke Nepal sebagai anggota WHO Collaborating Centre (WHO-CC) for Nursing and Midwifery Development.

Sebuah pengakuan dari WHO atas kapasitas Poltekkes dalam mendukung pengembangan tenaga kebidanan dan keperawatan di tingkat global.

Tecky saat itu berangkat ke Nepal bersama 2 rekan dosen lain untuk melakukan pelatihan di Nepal.

Ia menginap di Hotel Himalaya.

"Menugaskan kami bertiga untuk datang ke Nepal memberikan pelatihan. Kami datang pertama atas penugasan," ucap Tecky.

Hari pertama datang, kondisi Nepal masih normal.

"Hari pertama Senin (8/9/2025), pembukaan masih berjalan lancar. Kegiatan pelatihan berjalan antusias, sampai pukul 15.00 waktu setempat. Kita dapat info yang membuat panik, bahwasnya aksi damai penuntutan dari gen Z yang memprotes adanya pemblokiran media sosial, menjadi ada tindakan yang mengarah kekerasan,"

"Ternyata menyebar ke beberapa titik," ucap Tecky.

Malam harinya, situasi Nepal semakin tidak kondusif.

Sehingga kegiatan pada pagi harinya dialihkan ke online.

Pada hari kedua kegiatan, masih cukup kondusif, sampai akhirnya tengah hari kondisi memburuk.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved