Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Bawang Putih di Dapur MBG Kota Semarang Ternyata Masih Mengandung Pestisida

Bawang putih di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Semarang ternyata masih mengandung residu pestisida.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ist/Dishanpan
MBG - Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang memanggil belasan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Dishanpan jalan Ki Mangunsarkoro, Selasa (30/9/2025). 

Namun karena pertumbuhan jumlah SPPG yang semakin cepat, pelatihan kini dilakukan dengan sistem pemanggilan untuk efisiensi waktu dan tenaga.

Endang menyebut, pemanggilan ini bukan karena adanya pelanggaran, melainkan bentuk langkah preventif dari Pemerintah Kota Semarang.

"Nah, kali ini yang baru kita panggil ada 14, sehingga per hari ini kita sudah melatih kepala SPPG dan juga ahli gizi dari SPPG ini sebanyak 39 SPPG," imbuhnya.

MENINJAU - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jepara M Ibnu Hajar meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ada di Kabupaten Jepara.
MENINJAU - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jepara M Ibnu Hajar meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ada di Kabupaten Jepara. (Pemkab Jepara)

Jepara Cek Laboratorium MBG

Bukan hanya Kota Semarang, Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jepara juga di cek laboratorium usai ada 35 siswa yang diduga keracunan.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak ada bakteri penyebab keracunan dalam menu MBG yang dikonsumsi 35 siswa di Banjaran Bangsri Kabupaten Jepara. 

Kepastian ini berdasar hasil uji laboratorium sampel makanan yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan dan PAK Provinsi Jawa Tengah, Jalan Soekarno Hatta Kota Semarang.

"Hasil lab tidak ada bakteri dalam menu MBG yang menyebabkan keracunan anak-anak di Banjaran Bangsri Jepara," kata Kadinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng, Selasa (30/9/2025).

Diketahui, sampel makanan yang dibawa ke Balai Laboratorium Kesehatan dan PAK Provinsi Jawa Tengah adalah menu MBG yang dikonsumsi para siswa yang diduga mengalami keracunan makanan. 

Menu MBG yang  dikonsumsi siswa pada Selasa (23/9) adalah nasi putih, ayam kecap, sayur tumis jagung-buncis-wortel, susu kotak dan buah melon potong.

Sampel menu itu diambil dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjaran Bangsri. 

SPPG ini melayani progam MBG untuk 3.554 dari 40 sekolah yang tersebar di 3 desa di Kecamatan Bangsri.

Rinciannya Desa Banjaran, Banjaragung dan Srikandang.

Bupati Jepara Witiarso Utomo melalui Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jepara M Ibnu Hajar mengatakan pihaknya juga sudah mendapat informasi hasil laboratorium Balai Labkes dan PAK Provinsi Jateng.

Menurut Gus Hajar seiring telah keluarnya hasil laboratorium ini, maka bisa dipastikan jika penyebab puluhan siswa di Banjaran mengalami pusing, mual, lemas dan gejala lain yang merujuk kasus keracunan makanan bukan berasal dari menu MBG

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved