Berita Semarang
Dekranasda Dorong UMKM di Semarang Catatkan Keuangan Digital Melalui SIAPIK
Pendampingan berbasis teknologi menjadi solusi nyata dalam mendorong transformasi digital UMKM di Kota Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang kembali digencarkan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Kali ini, dukungan diberikan melalui pendampingan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) yang dikembangkan Bank Indonesia (BI).
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan literasi keuangan, kedisiplinan pencatatan, hingga kemampuan manajerial pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan.
Baca juga: Kepala SMAN 11 Semarang Bantah Abaikan Nasib Korban Chiko: Keliru!
Ketua Harian Dekranasda Kota Semarang, Syanas Nadya Winanto Putri mengatakan, program SIAPIK mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha.
Dari 125 pendaftar, 100 peserta mengikuti sosialisasi. 40 di antaranya berkomitmen menjalani pendampingan penuh selama tiga bulan.
"Peserta wajib mengisi laporan pembukuan setiap minggu. Ini melatih kedisiplinan dalam mencatat keuangan usaha," jelasnya saat sosialisasi dan pendampingan aplikasi SIAPIK, di Semarang, Kamis (23/10/2025).
Pendampingan dilakukan melalui teori dan praktik dengan bimbingan mentor, termasuk konsultasi rutin lewat grup WhatsApp.
Kegiatan juga disertai penilaian bagi peserta terbaik, tidak hanya berdasarkan omzet, tetapi juga konsistensi, keaktifan, serta kemampuan menerapkan ilmu dalam bisnis mereka.
Syanas berujar, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman keuangan peserta. Sebagian besar peserta kini memahami konsep arus kas, laporan laba rugi, serta mampu mengelola modal secara lebih efisien.
"Kalau dulu banyak yang tidak tahu apa itu arus kas atau modal sehat, sekarang mereka sudah bisa mengelola keuangan dengan lebih baik, bahkan mulai percaya diri untuk mengakses pembiayaan ke perbankan," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tiga peserta terbaik mendapat penghargaan. Juara pertama diraih Arneta dari usaha Batik Puspa Laras dengan hadiah Rp10 juta.
Juara kedua, Nurul Qomariyah dari Nurulshine, menerima Rp7,5 juta, dan juara ketiga, Neny Ratna dari usaha Nine Gula Aren, memperoleh Rp5 juta.
Baca juga: Wali Kota Semarang Sambut Dubes Inggris, Buka Peluang Kolaborasi Inovasi dan Lingkungan
Syanas menekankan, manfaat terbesar dari program ini bukan pada hadiah, melainkan pada ilmu, pengalaman, dan jejaring usaha yang diperoleh peserta.
“Output program ini bukan sekadar penghargaan, tapi juga networking yang luas. Peserta terhubung dengan perusahaan dan lembaga keuangan, sehingga peluang usaha mereka semakin terbuka," jelasnya.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Semarang, Ima Kurnia Dewi menegaskan, pendampingan berbasis teknologi menjadi solusi nyata dalam mendorong transformasi digital UMKM.
| Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Semarang Soal Wacana Relokasi Warga Tanah Gerak Jangli |
|
|---|
| Pemkot Sebut Bakal Perbaiki Rumah Terdampak Puting Beliung Melalui Program RTLH |
|
|---|
| Cerita Pasutri Produsen Keripik Chimu, Produknya Masuk 50 Gerai Alfamart di Semarang |
|
|---|
| Biaya Haji 2026 Kota Semarang Rp86,4 Juta, Jemaah Hanya Bayar Bipih Rp53,2 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251023-_-Sosialisasi-Dekranasda-Kepada-UMKM-Kota-Semarang.jpg)