Berita DPRD Kota Semarang
DPRD Minta Pemkot Semarang Benahi Infrastruktur dan Inovasi Wisata Jelang Libur Nataru
DPRD Kota Semarang mendorong Pemkot Semarang melakukan persiapan matang jelang Nataru, khususnya di sektor pariwisata.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, DPRD Kota Semarang mendorong Pemkot Semarang melakukan persiapan matang, khususnya di sektor pariwisata.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim memaparkan, meski petunjuk teknis cuti bersama belum dirilis Pemerintah Pusat, berbagai langkah pembenahan harus mulai dilakukan sejak sekarang.
Mualim menyebut beberapa hal yang wajib ditingkatkan, yakni infrastruktur wisata serta rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Baca juga: Pembangunan Giant Sea Wall di Semarang Serap Anggaran Rp1,89 Triliun
"Yang penting yang pertama sekarang ini infrastrukturnya dulu."
"Kemudian yang kedua membuat rasa aman dan nyaman, serta ketiga, bagaimana membangun atau membuat inovasi-inovasi baru yang bisa menarik wisatawan," kata Mualim.
Menurutnya, beberapa destinasi seperti Kota Lama sudah populer, namun perlu diperkaya dengan program atau event baru yang bersifat menarik dan inklusif.
"Harus ada inovasi baru. Misalnya event lari, kegiatan yang digratiskan atau disubsidi pemerintah, atau event-event lain yang sifatnya bisa menarik masyarakat," terangnya.
Dia mencontohkan potensi wisata air di Semarang yang belum digarap optimal.
Menurutnya, beberapa kecamatan memiliki sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk tubing atau wahana air lainnya.
Dia juga menyinggung potensi wisata pantai dan aktivitas seperti jet ski yang dapat dikembangkan lebih jauh.
"Mengapa di daerah lain bisa, tetapi di sini tidak? Wong sama-sama punya air," ungkapnya.
Baca juga: Cerita Adit Dua Jam Main Bareng Anak di Wisma Perdamaian Semarang, Ikuti Program Cilukba
Sementara itu, Komisi D juga menyoroti aset wisata kota yang mangkrak seperti Eks Wonderia dan beberapa aset lain yang kini tidak menghasilkan pendapatan.
Mualim mendorong Pemkot Semarang untuk menggandeng investor melalui kerja sama dengan kontrak jangka pendek yang dapat dievaluasi berkala.
"Kalau memang tidak cocok, terlalu mahal kerja samanya ya yang penting bisa menarik dulu."
"Bentuk kerja sama kan tidak selamanya. Nah, batasi mungkin lima atau tiga tahun, setelah ini dievaluasi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251130-_-Suasana-Liburan-di-Pantai-Marina-Semarang.jpg)