Dosen Untag Semarang Tewas di Kostel
Tak Berperikemanusiaan, AKBP Basuki Lebih Pilih Tidur Saat Dosen Levi Sakaratul Maut
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Polda Jawa Tengah kembali mengungkap fakta penting terkait kematian Dwinanda
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Polda Jawa Tengah kembali mengungkap fakta penting terkait kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.
Persidangan berlangsung di Ruang Sidang Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (3/12/2025).
Kuasa Hukum Keluarga Korban, Zainal Abidin Petir, menyampaikan bahwa AKBP Basuki mengakui mengetahui kondisi Levi yang sudah kesulitan bernapas pada Senin (17/11/2025) sekitar tengah malam.
Namun, alih-alih memberikan pertolongan, Basuki justru memilih beristirahat karena mengaku kelelahan.
"Iya ada fakta baru lagi, AKBP Basuki sekitar jam 12 malam (17 November 2025) sudah melihat dosen Levi cengap-cengap, tersengal-sengal nafasnya.
Namun, menurut pengakuan AKBP Basuki, karena terlalu kecapean akhirnya tertidur.
Nah, ketika bangun jam 4 dinihari kok sudah meninggal," ujar petir kepada Tribun seusai persidangan.
Dalam sidang, majelis etik juga menanyakan alasan Levi ditemukan tanpa pakaian.
Basuki menjawab bahwa ia tidak mengetahui penyebabnya karena saat terakhir dilihat, korban masih mengenakan kaos dan celana training.
Baca juga: 6 Jam Jalani Sidang Kode Etik, AKBP Basuki Dipecat dari Polri dan Dikurung Lagi 30 Hari ke Depan
"AKBP Basuki bilang tidak tahu karena ketika mau tidur itu masih pakai kaos dan pakai celana training," katanya.
Zainal menjelaskan, Basuki mengaku panik dan bingung ketika mendapati Levi sudah tidak bernyawa.
Kondisi itu membuatnya tidak segera menghubungi tenaga medis maupun pihak kepolisian.
Hakim etik kemudian mempertanyakan sikap Basuki yang dianggap tidak profesional mengingat posisinya sebagai perwira Dalmas yang terbiasa menghadapi situasi darurat.
"Tapi Katanya kalut dan bingung karena kecapean dua hari tidak tidur ngurusi korban (dosen Levi) beberapa kali merasa kesakitan (sebelum meninggal dunia)," paparnya.
AKBP Basuki dalam persidangan kode etik juga mengakui lamanya laporan ke polisi terkait kematian dosen Levi karena meminta bantuan temannya terlebih dahulu.
| AKBP Basuki “Kabur” dari Kamera Seusai Sidang di PN Semarang, Rompi Oranye Jadi Penutup Wajah |
|
|---|
| Sidang eks AKBP Basuki Soal Kematian Dosen Levi di Semarang Ditunda 2 Kali, Ada Yang Tidak Beres? |
|
|---|
| "Sini Tidur di Atas" Kalimat Terakhir AKBP Basuki Kepada Dosen Levi Sebelum Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| "Jantung dan Paru-paru Penuh Darah" Begini Hasil Autopsi Lengkap Kematian Dosen Untag Semarang Levi |
|
|---|
| Akhirnya Polda Jateng Ungkap Hasil Autopsi Dosen Levi Untag Semarang: Pembuluh Darah Pecah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251204_akbp-basuki.jpg)