Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dosen Untag Semarang Tewas di Kostel

Tak Berperikemanusiaan, AKBP Basuki Lebih Pilih Tidur Saat Dosen Levi Sakaratul Maut

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Polda Jawa Tengah kembali mengungkap fakta penting terkait kematian Dwinanda

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
DIPECAT - AKBP Basuki (rompi hijau) tampak berkelit menghindari jepretan kamera wartawan selepas keluar dari Ruang Sidang, Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (3/12/2025). 

"Iya, tadi juga di jelaskan  kenapa kok laporannya terlambat? Ya karena dia lagi minta tolong temannya untuk nganter dia ke Polrestabes.

Bukan nganter segera nganter mayat (korban) tapi bagaimana saya harus laporan, istilahnya gitu," terangnya.

Di sisi lain, fakta baru yang terungkap dalam persidangan yakni AKBP Basuki dan Dosen Levi sudah saling kenal sejak tahun 2016 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng di Purwokerto, asal daerah Dosen Levi.
Hubungan mereka timbul tenggelam hingga berujung komunikasi mereka saling intensif pada tahun 2025.

"Pengakuan AKBP Basuki seperti itu, kenal  2016 tapi mulai intens itu 2025," kata Petir.

Selama menjalani hubungan, pengakuan dari AKBP Basuki hanya sesekali menginap di kos hotel tempat kejadian perkara.

Ia menginap di tempat tersebut juga atas permintaan dari Dosen Levi karena takut hotel itu sepi.

"Pengakuannya AKBP Basuki tidur di situ karena enggak boleh pulang sama korban.

Sebab,  hotelnya sepi.

Minta ditungguin ketika mau pulang ditarik suruh tidur di situ," bebernya.

Berkaitan dengan dosen Levi dimasukkan ke Kartu Keluarga (KK), Petir mengungkap, korban dimasukkan ke KK karena alasan kasihan.

AKBP Basuki juga berdalih korban merupakan yatim piatu dan sendirian di kota Semarang.

"AKBP Basuki ngakunya bantu korban (masukan KK) supaya mudah mencari pekerjaan di Semarang," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, AkBP Basuki menjalani sidang tersebut secara tertutup atas dugaan pelanggaran etika berat berupa pelanggaran kesusilaan.

Ia terseret pelanggaran itu karena menjalani hubungan asmara dengan Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35) selama kurang lebih lima tahun.

Dosen muda itu sebelumnya ditemukan tewas saat satu kamar dengan AKBP Basuki di sebuah kamar kos-hotel (Kostel) Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025) sekira pukul 05.30 WIB. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved