Dosen Untag Semarang Tewas di Kostel
Jadi Perhatian Nasional, Komite I DPD RI Kawal Kasus Kematian Dr Levi Dosen Untag Semarang
Komite I DPD RI menyambangi Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Jumat (5/12/2025), untuk mengawal transparansi
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komite I DPD RI menyambangi Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Jumat (5/12/2025), untuk mengawal transparansi penanganan kasus kematian Dr Dwinanda Linchia Levi, dosen Fakultas Hukum Untag yang ditemukan meninggal di sebuah kamar kostel kawasan Gajahmungkur, Semarang, pada 17 November 2025 silam.
Dalam kesempatan yang berlangsung dinruang rapat FH Hukum Untag itu, tim dari DPD RI yang hadir yakni Dr Muhdi serta Aanya Rina Casmayanti beserta staf.
Kemudian dari pihak kampus, hadir rektor beserta jajarannya, serta dekan FH Untag.
Kematian dosen muda tersebut sejak awal menyisakan banyak tanda tanya.
Penyidik Polda Jawa Tengah mengungkap telah mengamankan sejumlah bukti mulai rekaman CCTV, pakaian, hingga barang pribadi korban. Autopsi juga sudah dilakukan, dan hasil awal menunjukkan adanya indikasi aktivitas berlebihan sebelum korban meninggal.
Kasus ini menjadi sorotan setelah AKBP Basuki, perwira Polda Jateng sekaligus orang yang pertama menemukan jasad Levi, ditempatkan dalam penahanan khusus (patsus) selama 20 hari karena dugaan pelanggaran kode etik Polri.
Baca juga: Tak Berperikemanusiaan, AKBP Basuki Lebih Pilih Tidur Saat Dosen Levi Sakaratul Maut
Hubungan keduanya juga memantik perhatian publik setelah ditemukan data bahwa mereka tercatat dalam satu Kartu Keluarga, meskipun Basuki menegaskan hubungan tersebut bukan hubungan romantis.
Di sisi lain, mahasiswa Untag yang tergabung dalam aliansi Justice for Levi menyoroti sejumlah kejanggalan mulai kronologi penemuan jenazah, saksi kunci, hingga dugaan ketidakwajaran jeda waktu antara Levi terakhir terlihat dan ketika ditemukan tewas.
Mereka mendesak penyelidikan dilakukan secara terbuka.
Belum lama ini, mereka juga menggelar aksi solidaritas di kompleks kampus dengan kegiatan tabur bunga dan penyalaan lilin.
Anggota Komite I DPD RI asal Jawa Tengah, Dr Muhdi, menyampaikan bahwa kunjungan pihaknya dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.
"Kami memandang bahwa kasus ini harus mendapat perhatian semua pihak karena kematiannya patut diduga tidak wajar. Kami khawatir ada hal-hal yang tidak transparan dalam penegakan hukumnya, karena ada dugaan keterlibatan oknum kepolisian," ujarnya.
Muhdi mengungkap Komite I ingin memperoleh informasi langsung dari kampus dan tim advokasi Untag mengenai perkembangan penanganan perkara.
"Kami ingin mengetahui apakah prosesnya sudah sebagaimana mestinya atau belum. Karena tugas kami mengawasi, termasuk dalam hal ini kepolisian sebagai mitra kami," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPD akan terus mengikuti perkembangan penyidikan, termasuk kemungkinan bertemu pihak Polda Jateng.
Tribunjateng.com
Misteri Kematian Dosen Untag
DPD RI
Dosen Untag Tewas di Hotel
Muh Radlis
Franciskus Ariel Setiaputra
| AKBP Basuki “Kabur” dari Kamera Seusai Sidang di PN Semarang, Rompi Oranye Jadi Penutup Wajah |
|
|---|
| Sidang eks AKBP Basuki Soal Kematian Dosen Levi di Semarang Ditunda 2 Kali, Ada Yang Tidak Beres? |
|
|---|
| "Sini Tidur di Atas" Kalimat Terakhir AKBP Basuki Kepada Dosen Levi Sebelum Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| "Jantung dan Paru-paru Penuh Darah" Begini Hasil Autopsi Lengkap Kematian Dosen Untag Semarang Levi |
|
|---|
| Akhirnya Polda Jateng Ungkap Hasil Autopsi Dosen Levi Untag Semarang: Pembuluh Darah Pecah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251205_dpd-ri.jpg)