Berita Semarang
Pencairan BOP RT Rp25 Juta Masih Simpang Siur, DPRD Kota Semarang: Padahal Dananya Sudah Ada
DPRD meminta Pemkot Semarang memberikan kepastian waktu pencairan BOP RT Rp25 juta pada tahun ini agar pengurus ada persiapan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – DPRD meminta Pemkot Semarang memberikan kepastian waktu pencairan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Rukun Tetangga (RT) Rp25 juta per tahun pada 2026.
Kepastian tersebut dinilai penting agar pengurus RT dapat menyusun perencanaan kegiatan sejak awal tahun.
Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Ali Umar Dhani mengatakan, pihaknya kerap menerima pertanyaan dari pengurus RT terkait kapan dana BOP dicairkan.
Baca juga: Rafinha Bomber Anyar PSIS Semarang Siap Tampil Kontra Deltras FC, Target Bisa Cetak Gol
Menurutnya, dalam pembahasan APBD Kota Semarang Tahun 2026, anggaran BOP RT sudah dialokasikan.
"Dalam pembahasan APBD Kota Semarang terkait 2026 ini memang sudah dianggarkan."
"Cuma mekanisme pencairannya ini kami memang sedang coba berkoordinasi dengan dinas teknis terkait."
"Sebetulnya dananya siap, untuk pencairan ini kapan? Ada yang bilang Maret, pertengahan Juni, juga ada yang bilang Februari. Ini kan simpang siur ini perlu diperjelas," kata Dhani, Selasa (13/1/2026).
Dia menegaskan, fungsi pengawasan DPRD adalah memastikan kebijakan yang sudah disepakati dapat direalisasikan secara baik.
Secara regulasi, pencairan BOP RT masih mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 32 Tahun 2025, yang hingga kini masih berlaku.
Baca juga: Cerita Petani Durian Brongkol Semarang: Tahun Ini Waktu Panen Mundur, Hasil Menurun
"Aturannya sudah ada, dananya juga sudah ada. Tinggal kesiapan Pemkot Semarang untuk mencairkan mulai bulan apa. Itu yang perlu kami pastikan," tegasnya.
Di sisi itu, Dhani juga menyinggung adanya evaluasi terhadap komponen penggunaan dana BOP, termasuk alokasi Rp300 ribu untuk kebutuhan tertentu yang sebelumnya sudah ditetapkan.
Selain itu, penggunaan dana Rp25 juta untuk kegiatan administrasi dan sosial budaya juga berpotensi disesuaikan.
Menurutnya, ke depan BOP RT kemungkinan akan diarahkan agar selaras dengan prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Semarang tahun 2026, seperti ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
"Mungkin bisa jadi nanti bersifat tematik. Jadi program BOP-nya mengarah pada program-program yang ada di tahun ini," imbuhnya. (*)
Baca juga: Sektor Properti Mulai Terapkan Green Residential Living, Contohnya Cluster Sakalint di Semarang
| 6 Investor Asing Tinjau Lokasi Proyek PSEL Senilai Rp3 Triliun di TPA Jatibarang Semarang |
|
|---|
| Hari Pertama Verifikasi SPMB Jateng, SMAN 12 Semarang Diserbu Pendaftar |
|
|---|
| Pemkot Sebut Tingginya Temuan Kasus HIV di Semarang Karena Efektivitas Program Lidya Dimari |
|
|---|
| Gelombang dan Sirene Iringi Simulasi Penanganan Tumpahan Minyak di Laut Semarang |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Kamis 4 Juni 2026: Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260113-_-Anggota-Komisi-A-DPRD-Kota-Semarang-Ali-Umar-Dhani.jpg)