Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribn Jateng Hari Ini

BOP RT 2025 Tak Terserap Maksimal, Pencairan Diharapkan di Awal Tahun

Keterlambatan pencairan BOP perlu dievaluasi, meski di 2025 dapat dipahami pencairan dilakukan di pertengahan tahun karena penyesuaian anggaran.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
ILUSTRASI - DANA RP 25 JUTA - RT/RW di Kota Semarang saat mengikuti sosialisasi terkait dana Rp 25 juta di Balaikota Semarang tahun 2025. 

Mengenai BOP 2026, Baihaqi mengaku hingga kini belum mendapat kepastian berkait dengan jadwal pencairan. Ia pun berharap segera ada kepastian mengenai hal itu.

"Jadi kami di tingkat paling bawah belum punya kepastian soal BOP, yang secara harapan harusnya kalau memang sudah siap memberi BOP, ya harus rutin dari awal tahun," harapnya.

Di RT lain, yakni RT 01 RW 11 Palir, Kelurahan Podorejo, dana BOP Rp 25 juta tahun 2025 tercatat terserap penuh. Ketua RT setempat, Adhib Eka Anshori menyampaikan, seluruh anggaran sudah digunakan hingga akhir tahun. 

Menurutnya, dari penggunaan BOP tersebut tidak ada kegiatan yang batal atau tak bisa diklaim.

"Tidak ada masalah dan tidak ada sisa di RT saya, langsung terserap habis semuanya sampai Desember. Sisa nol," terangnya.

Adhib mengungkapkan, kini pengurus RT mulai menyiapkan rencana kegiatan untuk pengajuan BOP 2026, meski kepastian juknis dan waktu pencairan belum ada.

"Kemarin kelurahan menyampaikan ke saya, kalau bisa ini dibuat plan-nya dari Januari sampai di Desember. Berarti 12 bulan ya. Hanya sampai sekarang belum ada sosialisasi lagi untuk itu," tuturnya.

"Tapi dari kami RT 01, sudah kami persiapkan apabila nanti di kemudian hari diminta untuk buat, kami sudah siap, tinggal saya print saja proposalnya," imbuhnya.

Ia menyebut, di RT-nya selama 2025, dana BOP dipakai untuk kebutuhan yang sifatnya rutin. Mulai dari subsidi iuran sampah bulanan, pertemuan bapak-bapak, kegiatan PKK, pengajian rutin, hingga perayaan 17 Agustus.

Adhib mengatakan, kegiatan kemerdekaan di lingkungannya tercatat menjadi pos terbesar yang menyerap sekitar 45 persen anggaran. 

Meski demikian, ia berujar, tidak semua kebutuhan acara ditanggung dari BOP. Sebagian biaya tetap ditutup melalui swadaya warga dan dukungan donatur.

Iuran warga di lingkungan tersebut tetap diberlakukan sebesar Rp 20 ribu per kepala keluarga. Jika masih kurang, pengurus mencari tambahan dana di luar iuran.

"Di Palir, kelasnya ekonomi menengah ke bawah, jadi kalau iuran kami naikkan, otomatis banyak yang gembor, banyak yang teriak-teriak. Daripada nanti tambah ribet, ya inilah opsinya," ujarnya.

Berkait dengan BOP 2026, Adhib menyebut, satu rencana yang dimasukkan dalam proposal adalah dukungan untuk kegiatan remaja.

Menurutnya, dari valuasi internal, menunjukkan sebagian remaja jarang mengikuti kegiatan karena keberatan dengan iuran bulanan yang dipatok Rp10.000.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved