Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ternyata Ini Biang Kerok Air Menggenang di Simpang Lima Semarang, Bola GPS pun Nyantol

Setelah beberapa waktu dihanyutkan ke dalam saluran drainase, bola pelacak ber-chip GPS milik Pemkot Semarang akhirnya "bercerita".

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
BANJIR SEMARANG - Dokumentasi pengguna jalan melintasi Simpang Lima Semarang yang terendam banjir, Kamis (8/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah beberapa waktu dihanyutkan ke dalam saluran drainase, bola pelacak ber-chip GPS milik Pemkot Semarang akhirnya "bercerita".

Dari hasil uji coba tersebut, telah menemukan titik-titik saluran yang membuat air hujan mengantre di kawasan Simpang Lima Semarang.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengklaim, genangan yang selama ini muncul bukan banjir, melainkan air yang tertahan sebelum mencapai Kampung Kali.

Baca juga: Lagi, Kecelakaan di Pantura Semarang, Kernet Truk PVC Tewas Terjepit Kabin, Sopir Diduga Mengantuk

Jenazah Syafiq Ali Dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga, Tiba di Basecamp Gunung Malang Pukul 14.18

Riska Guru PAUD Nusa Indah 02 Pulutan Salatiga Cuma Bisa Gigit Jari, Insentif Rp500 Ribu Ditiadakan

"Istilahnya kalau kami ngomong itu tidak banjir. Maksudnya, hanya antre menunggu genangan."

"Memang jaraknya yang jauh dari pompa harus menunggu."

"Itu setelah masuk ke Kampung Kali, cepat. Paling setengah jam, tidak sampai 1 jam sudah turun," jelas Suwarto, Kamis (15/1/2026).

Menurut hasil pelacakan bola GPS drifter, lanjut dia, aliran air hanya tersendat di ruas tertentu, terutama dari Simpang Lima sisi selatan hingga Jalan Pahlawan.

Sementara jalur lainnya disebut relatif aman. Bola GPS yang dihanyutkan ke dalam drainase terpantau melambat, bahkan berhenti di beberapa titik, yang kemudian disebut sebagai lokasi sumbatan.

Suwanto memaparkan, satu di antara temuan utama berada di jalur dari Pahlawan sisi kiri menuju kawasan eks Ramayana hingga Jalan Ahmad Yani.

Di titik tersebut, air tidak sampai meski arus terpantau kencang.

Setelah ditelusuri, hambatan ternyata bukan hanya berasal dari sampah, tetapi tumpukan utilitas seperti kabel dan pipa yang melintang di dalam saluran.

"Jadi, ini juga pipanya tidak bisa diapa-apakan. Kami lakukan pendalaman saluran," katanya.

Sebagai tindak lanjut hasil uji coba bola GPS, menurutnya, DPU melakukan pengerukan manual di kawasan Simpang Lima dan menambah manhole baru agar pembersihan lebih mudah.

Manhole tersebut dipakai untuk mengakses titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau karena berada di bawah jalan dan bangunan.

"Jadi kami buat manhole-manhole baru, kami lakukan pengerukan secara manual agar lebih cepat larinya ke Kampung Kali," paparnya.

20260115 _ Kepala DPU Kota Semarang Suwarto
BOLA GPS - Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto. Pemkot Semarang telah menemukan penyebab genangan air di Kawasan Simpang Lima menggunakan bola GPS. Ditemukan ada beberapa sumbatan sehingga air tidak bisa mengalir lancar.

Baca juga: Perjalanan Semarang-Pati Capai 18 Jam Imbas Banjir, Sopir Truk: Normalnya 4 Jam

BKD Wonosobo Pilih Patuh Aturan Pusat, Tegaskan Tak Lagi Rekrut Tenaga Honorer

Bangun Embung Permanen

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved