Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mengapa Genangan Banjir di Kudu Semarang Lama Surutnya?

Lambatnya surut genangan air di Kelurahan Kudu Semarang disebabkan karena sistem drainase masuk ke dalam sistem kawasan Sayung.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
BANJIR - Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto. Pemkot Semarang menyebut banjir di Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk susah atau lama surut karena ada beberapa faktor. Salah satunya karena sistem drainase masuk ke Sayung Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Banjir di Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang hingga kini belum surut. 

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan, lambatnya surut genangan air di wilayah tersebut disebabkan karena sistem drainase masuk ke dalam sistem kawasan Sayung.

Diketahui, kawasan tersebut acapkali terdampak rob. Hal ini diduga turut mempengaruhi sulitnya banjir surut.

Baca juga: Sosok Dani Ibrohim Bek PSIS Semarang, Tampil Solid Bersama Otavio Dutra dan Aldair Simanca

Ketua Paguyuban PKL Pleburan Semarang: Dipalak 2 Kali Sehari, Rp20 Ribu Siang dan Malam

"Kalau di Kudu itu masuknya sistem di Sayung Demak," jelas Suwarto, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, Pemkot Semarang tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan banjir di wilayah tersebut dan harus terus berkoordinasi dengan BBWS yang memiliki kewenangan.

Meski demikian, kata dia, DPU melakukan upaya darurat dengan menurunkan pompa portable ke lokasi.

"Laporannya sudah kering, kami kirim dua pompa portable. Kalau memang masih (ada genangan), Pak Camat mesti minta bantuan ke DPU," jelasnya.

Suwarto menambahkan, selama debit air di kawasan Sayung belum turun, genangan di wilayah Kudu akan sulit surut.

Ke depan, lanjut dia, DPU Kota Semarang akan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di Kelurahan Kudu.

Jika dinilai perlu, perbaikan drainase hingga pemasangan pompa permanen akan diusulkan.

"Sedapat mungkin kami pasang pompa, kami akan evaluasi."

"Apakah itu perlu di tahun depan untuk kami perbaiki sistem drainasenya, kemudian apakah perlu pemasangan pompa permanen."

"Tahun ini kami evaluasi. Kalau perlu memang kami buat FDD-nya di 2026," katanya.

Sementara itu, ketinggian air, terutama di RW 07 dilaporkan masih mencapai sekira 20 sentimeter.

Baca juga: Curhat Viral PKL Pleburan Semarang Dipalak Rp20 Ribu oleh Preman, Begini Respon Disdag

Chandra Perajin Semarang Sibuk Sejak Awal 2026, Kebut Pesanan Barongsai untuk Tahun Kuda Api

Kalakhar BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, genangan tersebut disebabkan oleh sungai dan saluran air yang tidak mampu menampung debit air hujan. Ditambah, antrean pembuangan air ke arah Sayung yang terhambat. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved