Berita Semarang
Mengapa Genangan Banjir di Kudu Semarang Lama Surutnya?
Lambatnya surut genangan air di Kelurahan Kudu Semarang disebabkan karena sistem drainase masuk ke dalam sistem kawasan Sayung.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Banjir di Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang hingga kini belum surut.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan, lambatnya surut genangan air di wilayah tersebut disebabkan karena sistem drainase masuk ke dalam sistem kawasan Sayung.
Diketahui, kawasan tersebut acapkali terdampak rob. Hal ini diduga turut mempengaruhi sulitnya banjir surut.
Baca juga: Sosok Dani Ibrohim Bek PSIS Semarang, Tampil Solid Bersama Otavio Dutra dan Aldair Simanca
• Ketua Paguyuban PKL Pleburan Semarang: Dipalak 2 Kali Sehari, Rp20 Ribu Siang dan Malam
"Kalau di Kudu itu masuknya sistem di Sayung Demak," jelas Suwarto, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, Pemkot Semarang tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan banjir di wilayah tersebut dan harus terus berkoordinasi dengan BBWS yang memiliki kewenangan.
Meski demikian, kata dia, DPU melakukan upaya darurat dengan menurunkan pompa portable ke lokasi.
"Laporannya sudah kering, kami kirim dua pompa portable. Kalau memang masih (ada genangan), Pak Camat mesti minta bantuan ke DPU," jelasnya.
Suwarto menambahkan, selama debit air di kawasan Sayung belum turun, genangan di wilayah Kudu akan sulit surut.
Ke depan, lanjut dia, DPU Kota Semarang akan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di Kelurahan Kudu.
Jika dinilai perlu, perbaikan drainase hingga pemasangan pompa permanen akan diusulkan.
"Sedapat mungkin kami pasang pompa, kami akan evaluasi."
"Apakah itu perlu di tahun depan untuk kami perbaiki sistem drainasenya, kemudian apakah perlu pemasangan pompa permanen."
"Tahun ini kami evaluasi. Kalau perlu memang kami buat FDD-nya di 2026," katanya.
Sementara itu, ketinggian air, terutama di RW 07 dilaporkan masih mencapai sekira 20 sentimeter.
Baca juga: Curhat Viral PKL Pleburan Semarang Dipalak Rp20 Ribu oleh Preman, Begini Respon Disdag
• Chandra Perajin Semarang Sibuk Sejak Awal 2026, Kebut Pesanan Barongsai untuk Tahun Kuda Api
Kalakhar BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, genangan tersebut disebabkan oleh sungai dan saluran air yang tidak mampu menampung debit air hujan. Ditambah, antrean pembuangan air ke arah Sayung yang terhambat.
| Identitas Korban Pikap Kecelakaan Tunggal di Mijen Semarang, Ternyata ASN Kendal |
|
|---|
| Polisi Sisir Titik Rawan Semarang Antisipasi Kreak, Puluhan Remaja Pesta Miras Diamankan |
|
|---|
| PT KAI Daop 4 Semarang Siapkan Kereta Api Tambahan Hadapi Libur Iduladha |
|
|---|
| Cerita Rombongan Biksu Thudong Beristirahat di Pelataran Majid Al Falah saat Cuaca Panas |
|
|---|
| SDIT Bina Insani Gelar English Talent Show Bertema “Light of Faith in the Universe” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260107_Kepala-DPU-Kota-Semarang-Suwarto_1.jpg)