Berita Semarang
Bocah Obesitas 110 Kg Tercebur ke dalam Sumur di Semarang, Butuh 7 Jam Evakuasi
Bocah seberat 110 kilogram warga Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang ini terjebur ke dalam sumur di sekitar rumahnya.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tujuh jam lamanya petugas Damkar Kota Semarang berjibaku mengevakuasi bocah obesitas.
Bocah seberat 110 kilogram warga Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang ini terjebur ke dalam sumur di sekitar rumahnya.
Dia keluar rumah karena menghindari dokter yang datang untuk memeriksanya.
Diketahui, bocah tersebut adalah anak berkebutuhan khusus dan selama ini harus menjalani perawatan serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Baca juga: Syukur Erwin PKL Pleburan Semarang, Semalam Tak Ada Preman Palak Rp20 Ribu: Pusing Kalau Masih Ada
• Hari ke-12 Banjir di Kabupaten Pekalongan, 499 KK Masih Mengungsi, Stok Logistik Menipis
Remaja berinisial SFP (17) ini tercebur ke dalam sumur pada Kamis (29/1/2026).
Proses evakuasi berjalan sulit karena kondisi sumur yang sempit dan berat badan korban.
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, korban memiliki berat badan sekira 110 kilogram sehingga menyulitkan proses penyelamatan.
“Karena sumurnya sempit, diameternya sekira 80 sentimeter, badan korban besar, evakuasinya agak susah,” kata Ade Bhakti seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (29/1/2026).
Tujuh Jam Evakuasi
Ade Bhakti menjelaskan, petugas Damkar membutuhkan waktu sekira tujuh jam untuk mengevakuasi korban.
Selama proses tersebut, petugas terlebih dahulu memberikan pelampung agar korban tidak tenggelam.
Orangtua korban sempat ikut turun ke dalam sumur untuk membujuk anaknya agar mau dievakuasi.
Namun korban tetap bertahan di dalam sumur.
Melihat kondisi itu, petugas Damkar berinisiatif mengisi air sumur hingga permukaannya naik dan korban ikut terangkat.
“Kami melihat secara mental korban sudah lemah. Kami tes beberapa kali mencoba menarik ke atas pelampung, akan tetapi dipegang erat tidak bisa dilepas dari tangan korban,” ujar Ade Bhakti.
Baca juga: Potret Nasib Warga Tambaksari Semarang Bertaruh Akses Harian, Sebrangi Sungai Beringin Gunakan Getek
• Layanan di Puskesmas Tirto II Pekalongan Sementara Dialihkan, Terendam Banjir 90 Sentimeter
Dari situ, petugas berupaya membuat korban merasa seolah-olah bisa naik sendiri tanpa bantuan orang lain.
| Gara-gara IPAL Jelek, Ratusan SPPG di Jawa Tengah Ditutup Paksa! |
|
|---|
| Bangun Rasa Percaya Diri, Pelajar SMA di Semarang Diberi Edukasi Pentingnya Merawat Kesehatan Kulit |
|
|---|
| Geger Ular Viper Hijau Masuk ke Kantor Persewaan Alat Berat di Semarang |
|
|---|
| Viral Keluhan Antrean SPMB Ludes sejak Dini Hari, Ini Penjelasan SMAN 11 Semarang |
|
|---|
| "Kaget Beli Rp25 Ribu Cuma Dapat 1,5 Liter" Jeritan Pengendara di Semarang Imbas Harga Pertamax Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260129-_-Evakuasi-Bocah-Semarang-Tercebur-Sumur.jpg)