Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Bocah Obesitas 110 Kg Tercebur ke dalam Sumur di Semarang, Butuh 7 Jam Evakuasi

Bocah seberat 110 kilogram warga Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang ini terjebur ke dalam sumur di sekitar rumahnya.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Istimewa/DAMKAR KOTA SEMARANG
EVAKUASI - Petugas Damkar Kota Semarang mengevakuasi bocah yang tercebur ke dalam sumur di Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026). Proses evakuasi berlangsung tujuh jam karena berat badan korban capai 110 kilogram dan sumur sempit. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tujuh jam lamanya petugas Damkar Kota Semarang berjibaku mengevakuasi bocah obesitas.

Bocah seberat 110 kilogram warga Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang ini terjebur ke dalam sumur di sekitar rumahnya.

Dia keluar rumah karena menghindari dokter yang datang untuk memeriksanya.

Diketahui, bocah tersebut adalah anak berkebutuhan khusus dan selama ini harus menjalani perawatan serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Baca juga: Syukur Erwin PKL Pleburan Semarang, Semalam Tak Ada Preman Palak Rp20 Ribu: Pusing Kalau Masih Ada

Hari ke-12 Banjir di Kabupaten Pekalongan, 499 KK Masih Mengungsi, Stok Logistik Menipis

Remaja berinisial SFP (17) ini tercebur ke dalam sumur pada Kamis (29/1/2026). 

Proses evakuasi berjalan sulit karena kondisi sumur yang sempit dan berat badan korban.

Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, korban memiliki berat badan sekira 110 kilogram sehingga menyulitkan proses penyelamatan.

“Karena sumurnya sempit, diameternya sekira 80 sentimeter, badan korban besar, evakuasinya agak susah,” kata Ade Bhakti seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Tujuh Jam Evakuasi 

Ade Bhakti menjelaskan, petugas Damkar membutuhkan waktu sekira tujuh jam untuk mengevakuasi korban.

Selama proses tersebut, petugas terlebih dahulu memberikan pelampung agar korban tidak tenggelam.

Orangtua korban sempat ikut turun ke dalam sumur untuk membujuk anaknya agar mau dievakuasi.

Namun korban tetap bertahan di dalam sumur.

Melihat kondisi itu, petugas Damkar berinisiatif mengisi air sumur hingga permukaannya naik dan korban ikut terangkat.

“Kami melihat secara mental korban sudah lemah. Kami tes beberapa kali mencoba menarik ke atas pelampung, akan tetapi dipegang erat tidak bisa dilepas dari tangan korban,” ujar Ade Bhakti.

Baca juga: Potret Nasib Warga Tambaksari Semarang Bertaruh Akses Harian, Sebrangi Sungai Beringin Gunakan Getek

Layanan di Puskesmas Tirto II Pekalongan Sementara Dialihkan, Terendam Banjir 90 Sentimeter

Dari situ, petugas berupaya membuat korban merasa seolah-olah bisa naik sendiri tanpa bantuan orang lain. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved