Berita Kriminal
Sudah Seminggu Tak Ada Ormas Minta Pungli di PKL Pleburan Semarang, tapi Pelaku Masih Bebas
Dugaan praktik pungutan liar sebesar Rp20 ribu per hari yang sebelumnya meresahkan pedagang kaki lima
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Dugaan pungli Rp20 ribu per hari di kawasan Pleburan, Semarang, dilaporkan tidak terjadi lagi selama hampir sepekan.
- Pedagang menduga berhentinya pungli dipengaruhi oleh ramainya perhatian publik terhadap kasus tersebut.
- Pedagang berharap kondisi ini berlanjut karena pendapatan PKL sudah sangat terbatas, terutama saat hujan.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dugaan praktik pungutan liar sebesar Rp20 ribu per hari yang sebelumnya meresahkan pedagang kaki lima di kawasan Pleburan, Kota Semarang, dilaporkan tidak lagi terjadi dalam hampir sepekan terakhir.
Kondisi ini memberi sedikit kelegaan bagi para pedagang yang berjualan di sekitar Jalan Hayam Wuruk.
Informasi tersebut disampaikan oleh Erwinda, pedagang sempolan dan telur gulung yang biasa mangkal di kawasan Pleburan.
Ia menyebut, sejak Selasa (27/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026) malam, tidak ada lagi pihak yang datang meminta setoran uang kepada pedagang.
“Alhamdulillah tidak ada pungutan.
Pedagang lain saya tanya juga tidak ada,” kata Erwinda saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu.
Menurut Erwinda, situasi ini kemungkinan dipengaruhi oleh ramainya pembicaraan publik terkait dugaan pungli di kawasan tersebut.
Ia menduga para oknum memilih menghentikan aktivitasnya sementara waktu karena sorotan masyarakat semakin besar.
Baca juga: Berita Duka, Wahyuni Dian Ningsih Meninggal Dunia
“Kemungkinan mereka sudah tahu ini ramai, jadi masih belum meminta,” imbuh dia.
Meski demikian, Erwinda berharap kondisi tanpa pungutan liar ini dapat berlangsung secara permanen.
Ia menilai, tanpa adanya pungli saja, pendapatan pedagang kaki lima sudah tergolong minim, terlebih ketika cuaca tidak mendukung.
“Kalau hujan, pembeli bisa dihitung jari.
Kadang malah nombok,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, dalam satu hari kerugian pedagang bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.
| Heboh Penemuan Tiga Pemuda Tergeletak di Pantura Brebes, Satu Tewas Bersimbah Darah |
|
|---|
| Tampang Muhlisin Warga Batang Aniaya Mantan Istri, Tabrakkan Motor Lalu Hajar Pakai Pecahan Botol |
|
|---|
| Di Tangan Maling Motor Kudus, Motor Shogun Dijual Cuma Rp1,1 Juta |
|
|---|
| Hitungan Jam Kabur, Komplotan Penipuan Emas Rp174 Juta Diciduk Polisi di Pekalongan |
|
|---|
| Bejat! Kiai Pembina Pondok Pesantren di Klaten Cabuli Dua Putri Kandungnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260128-_-Aktivitas-Malam-PKL-Pleburan-Semarang.jpg)