Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Pemkot Semarang Klaim Hujan Deras Senin Sore Minim Genangan

Hujan mengguyur Kota Semarang, Senin (2/2/2026). Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot)

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
ILUSTRASI - Kondisi area Rumah Pompa Kali Sringin, Semarang, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan mengguyur Kota Semarang, Senin (2/2/2026). Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut genangan banjir yang ditimbulkan minim.

Pemkot mengklaim hal ini sebagai hasil dari upaya antisipatif dengan melakukan pemaksimalan pengoperasian rumah pompa di wilayah hilir.

"Dari BBWS itu dilakukan pemaksimalan pompa Tenggang dan Sringin. Di Tenggang debitnya 12.000 liter per detik dan di Sringin 10.000 liter per detik," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Suwarto dalam keterangan, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Sosok PJ, Penendang Kucing Hingga Mati, Benarkah Pejabat Pemkab Blora?

Baca juga: Harga Beras di Kabupaten Ini Tembus Rp 1 Juta per 25 Kilogram, Distribusi Bermasalah

Dia menyebut, upaya itu dilakukan sebagai kolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana dalam pengendalian banjir.

Di rumah pompa Tenggang, sebutnya, saat ini enam unit pompa dioperasikan secara penuh dengan total debit 12.000 liter per detik.

Masing-masing pompa memiliki kapasitas 2.000 liter per detik dan dijalankan non-stop untuk mengendalikan potensi genangan air dari wilayah hulu.

Sementara itu, Rumah Pompa Sringin mengoperasikan lima unit pompa dengan total debit 10.000 liter per detik, dengan kapasitas yang sama per unit.

Pengoperasian pompa Sringin difokuskan untuk mencegah limpasan air yang berpotensi mengganggu Jalan Raya Kaligawe sebagai jalur nasional Pantura dengan arus lalu lintas tinggi.

Selain pengoperasian pompa, dilakukan pengerukan sedimen di sejumlah titik.

"Pemkot bersama BBWS Pamali Juana melakukan pengerukan bersama saluran di sepanjang Jalan Kaligawe, saluran di sisi selatan Jalan Kaligawe," jelasnya.

Dia lebih lanjut mengungkapkan jika kegiatan pengerukan tersebut telah berjalan sekitar satu bulan dengan mengerahkan alat berat dari DPU dan BBWS, didukung armada dump truk.

Pengerukan juga dilakukan di Kelurahan Bangetayu Wetan dan Kelurahan Karangroto untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal dan bersih dari endapan sedimen.

Dia menyebut, DPU Kota Semarang juga akan melanjutkan pengerukan di Jalan Padi Raya yang selama ini menjadi salah satu titik pusat genangan di wilayah Genuk, serta di saluran samping rel dan tepi Jalan Muktiharjo Raya.

Pada beberapa titik di bawah jembatan, jalan dan rel kereta api, pengerukan dilakukan secara manual karena tingginya risiko terhadap utilitas sinyal kereta api. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved