Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Duka Jaelani Terima Kabar Ayah Meninggal Kecelakaan di Milo Semarang: Malam Bikin Kerupuk

Ahmad Jaelani harus menelan pil pahit, karena kini telah kehilangan sosok ayah penyayang untuk selamanya akibat kecelakaan di Milo Semarang.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
TUNGGU PELAYAT - Ahmad Jaelani (28), anak korban kecelakaan maut, duduk di depan rumahnya di Jalan Lamper Tengah XI, Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (19/2/2026), sambil menunggu kedatangan para pelayat usai pemakaman ayahnya. Ayah Jaelani, Jumadi (51), meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan motor lain di persimpangan Milo, Jalan Brigjen Katamso, Semarang Selatan, pada dini hari hari yang sama. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ahmad Jaelani harus menelan pil pahit. Dia kini telah kehilangan sosok ayah penyayang untuk selamanya.

Ayah Jaelani, Jumadi meninggal seusai mengalami kecelakaan di Persimpangan Milo Semarang pada Kamis (19/2/2026) dini hari.

Saat itu, Jumadi beserta istrinya hendak berjualan kerupuk di Pasar Karangayu Semarang.

Kini, aktivitas rutin keseharian yang dilihat Jaelani pun telah hilang.

Tak disangka, Rabu (18/2/2026) malam adalah aktivitas terakhir ayahnya membuat kerupuk.

Baca juga: Rekaman CCTV Detik-detik Kecelakaan di Simpang Milo Semarang: 2 Pemotor Tewas

Mulai 1 April 2026, Warga Jateng Bayar Pajak Kendaraan Didiskon 5 Persen

Kamis (19/2/2026) sore, suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Jalan Lamper Tengah XI, Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Deretan kursi disusun di depan teras, tenda sederhana berdiri, dan bendera kuning terpasang di mulut gang. Tanda rumah itu sedang berduka.

Ahmad Jaelani (28) duduk dengan mata berkaca-kaca sambil menyambut pelayat yang berdatangan.

Meski ayahnya, Jumadi (51), telah dimakamkan pada siang harinya, Jaelani masih menyambut pelayat yang datang silih berganti. 

Dia terdiam, larut dalam ingatan tentang sosok ayah yang pagi itu berpamitan untuk berdagang, namun tak pernah kembali.

Kepada Tribunjateng.com, Jaelani menceritakan aktivitas terakhir ayahnya sebelum kecelakaan maut terjadi. 

Malam sebelumnya, Jumadi masih menjalani rutinitasnya sebagai penjual kerupuk.

“Bapak sore atau malamnya itu bikin kerupuk, terus dini hari mengantar ibu ke pasar,” kata Jaelani.

Dini hari itu, Jumadi berboncengan dengan istrinya menggunakan sepeda motor Honda Supra 125. 

Kerupuk terung putih yang telah disiapkan turut dibawa untuk dijual di Pasar Karangayu Semarang. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved