Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Jukir Citarum Semarang Intimidasi ART, Dilarang Pergi Sebelum Bayar Parkir Rp3.000

ART diduga mengalami intimidasi dari seorang juru parkir saat menunggu di depan rumah sakit Jalan Citarum, Semarang Timur, Kota Semarang. 

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/TANGKAPAN LAYAR VIDEO AKTA WARGA SEMARANG
MINTA KARCIS PARKIR - Akta, warga Kota Semarang meminta karcis parkir kepada juru parkir di depan rumah sakit Jalan Citarum, Semarang Timur, Senin (9/3/2026). Dia mendatangi jukir tersebut setelah ART mengaku tidak diperbolehkan pergi sebelum membayar parkir, padahal saat itu tidak membawa uang untuk membayar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Seorang wanita asisten rumah tangga (ART) diduga mengalami intimidasi dari seorang juru parkir saat menunggu di depan rumah sakit di Jalan Citarum, Semarang Timur, Kota Semarang

Peristiwa itu terjadi ketika ART tersebut hendak menjemput majikannya yang sedang mengurus tindakan operasi anaknya di rumah sakit.

Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial setelah terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan memprotes juru parkir di lokasi.

Majikan ART tersebut, Akta, warga Kota Semarang menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah sakit untuk mengurus tindakan operasi anak.

Baca juga: Budi Karya Sumadi Mantan Menhub Diperiksa KPK di Semarang, Ada Kaitannya dengan Sudewo

Plt Bupati Pekalongan Sukirman Minta Maaf: Tak Ada Instruksi Larang Wartawan Meliput

Tol Fungsional Bawen-Ambarawa Hanya Buka Hingga Pukul 17.00

“Saya di RS sedang antre untuk anak saya tindakan operasi." 

"Karena saya pikir sebentar lagi selesai, saya hubungi ART saya untuk jemput menggunakan motor dan menunggu di depan RS, tidak masuk ke dalam,” kata Akta kepada Tribunjateng.com, Selasa (10/3/2026).

Namun setelah ART datang dan menunggu di depan rumah sakit, antrean di dalam ternyata masih cukup lama. 

Sementara anaknya yang masih kecil disebut sudah mulai berlarian sehingga dia membutuhkan bantuan ART tersebut.

Akta pun meminta ART masuk ke dalam rumah sakit untuk membantu menjaga anaknya.

Diminta Bayar Parkir Rp3.000

Saat hendak masuk ke rumah sakit, ART tersebut diminta membayar biaya parkir Rp3.000 oleh juru parkir yang berada di depan rumah sakit.

Namun ART tersebut tidak membawa uang tunai karena awalnya hanya diminta menunggu sebentar untuk menjemput majikannya.

ART tersebut kemudian menyampaikan kepada juru parkir bahwa dia hendak masuk ke rumah sakit untuk mengambil uang terlebih dahulu dari majikannya.

“Saat mau masuk dimintai uang Rp3.000. Karena ART saya tidak bawa uang, dia bilang mau masuk ambil uang ke saya di dalam RS untuk bayar parkir,” jelas Akta.

Mengaku Diintimidasi dan Dilarang Masuk

Menurut Akta, alih-alih diberi kesempatan untuk mengambil uang terlebih dahulu, ART justru dimarahi dan dilarang meninggalkan lokasi sebelum membayar parkir.

Dia menyebut juru parkir tersebut bahkan berjalan memutari ART sambil terus mengawasi agar tidak pergi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved