Berita Semarang
Di Antara Distorsi dan Kota Tua: Lumpia Musik dan Suara Anak Muda Semarang
Senja perlahan meredup di kawasan Kota Lama Semarang. Bangunan-bangunan tua bergaya Eropa yang selama berabad-abad
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Senja perlahan meredup di kawasan Kota Lama Semarang. Bangunan-bangunan tua bergaya Eropa yang selama berabad-abad menjadi saksi perjalanan kota itu mulai tenggelam dalam cahaya lampu temaram.
Namun di tengah suasana yang kian lengang, sebuah gema justru memecah kesunyian.
Distorsi gitar mengalun dari kejauhan. Mula-mula terdengar samar, seperti bisikan yang belum menemukan bentuknya.
Namun semakin lama, suara itu tumbuh menjadi irama yang utuh bercampur dengan dentuman drum, alunan bass, dan vokal yang mengiris malam.
Suara itu datang dari sebuah panggung di Borsumy Heritage, tepat di sisi ikon Kota Lama, GPIB Immanuel.
Di sana, sekelompok anak muda berdiri di bawah sorot lampu panggung. Jari-jari mereka menari di atas senar gitar, memukul drum, dan mengalirkan nada dengan tempo yang kadang liar, kadang sendu.
Para pengunjung yang semula hanya bersantai di kawasan berjuluk Little Netherlands itu perlahan fokus.
Mereka seperti terhipnotis oleh alunan musik yang memecah ruang malam. Nada demi nada bergema di antara dinding-dinding tua kota.
Seolah-olah masa lalu kolonial yang terpatri di arsitektur kota itu sedang berdialog dengan kegelisahan generasi masa kini.
Bukan hanya satu grup yang tampil. Beberapa band bergantian naik ke panggung, membawa warna musik yang berbeda, dari blues, rock, hingga berbagai eksplorasi bunyi lainnya.
Namun mereka memiliki satu kesamaan yaitu semangat yang sama untuk bersuara.
Baca juga: Meriahkan HUT ke-60, Batang Siapkan Kirab Budaya dan Tarian Babalu 1.000 Penari
Para pemuda itu bukan sekadar pemain musik yang mengejar sorotan panggung.
Mereka adalah generasi yang mencoba menjadikan musik sebagai medium untuk menyampaikan kegelisahan sosial.
Mereka tergabung dalam sebuah komunitas bernama Lumpia Musik Semarang.
Hakim, salah satu anggota komunitas tersebut, menjelaskan bahwa Lumpia Musik lahir pada 2012.
| Tambak Mulyo Menanam Harapan: Sabuk Hijau di Garis Depan Pesisir Semarang |
|
|---|
| Ular Pitoon Sepanjang 2 Meter Nyelip di Bawah Mesin Cuci Warga Semarang, Damkar Evakuasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 28 April 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
| Dampak Peretasan Website Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Alihkan Layanan Secara Manual |
|
|---|
| Skandal Manasik Tersembunyi, Korban Umrah Al Amanah Semarang Sengaja Dipisah Agar Tak Saling Kenal? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260311_Komunitas-Lumpia-Musik-Semarang.jpg)