Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Diperluas, Ada Tambahan 9 Gardu Satelit

Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang diperluas dengan tambahan sembilan gardu satelit baru sehingga total gardu transaksi ada 17 unit. 

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
LINTASI GERBANG TOL - Kendaraan melintas masuk arah Kota Semarang di Gerbang Tol Kalikangkung KM 414, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (11/3/2026). Sejumlah petugas terlihat membantu pengemudi yang mengalami kendala transaksi e-toll agar arus kendaraan tetap berjalan lancar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Satu di antara titik krusial yang diperkuat untuk persiapan arus mudik Lebaran 2026 adalah Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Ruas Tol Batang–Semarang, Ngaliyan, Kota Semarang.

Gerbang tol yang berada di KM 414 itu sudah diperluas dengan tambahan sembilan gardu satelit baru, sehingga total gardu transaksi jalur A nantinya mencapai 17 unit. 

Penambahan itu bertujuan memecah antrean kendaraan pemudik yang selama ini kerap menumpuk di Kalikangkung.

Pantauan di lokasi pada Rabu (11/3/2026) menunjukkan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Semarang masih ramai lancar, bahkan cenderung lengang.

Baca juga: Hindari Penumpukan Kendaraan, GT Kalikangkung Semarang Dibuka Penuh Mulai 11 Maret

Kondisi Terkini SN Napi Lapas Nusakambangan Asal Lampung Pasca Kabur: Takut Punya Utang

Terekam CCTV, Aksi 3 WNA Gendam Pemilik Toko Kelontong di Klaten, Uang Rp4 Juta Raib

GT Kalikangkung di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda lonjakan kendaraan seperti saat puncak arus mudik Lebaran.

Di jalur A atau arah masuk menuju Kota Semarang, delapan gardu transaksi tampak beroperasi efektif. 

Banyaknya gardu yang dibuka membuat kendaraan terbagi ke beberapa lajur sehingga tidak terjadi antrean panjang.

Sementara itu, di jalur B atau arah sebaliknya menuju Jakarta, terdapat lima gardu yang beroperasi dengan kondisi lalu lintas relatif sama, ramai namun tetap lancar.

Gardu Baru Sudah Terpasang

Selain gardu yang saat ini beroperasi, terlihat pula deretan gardu satelit baru yang telah terpasang di area perluasan gerbang tol, tepat di sisi kiri jalur menuju Semarang.

Gardu-gardu tersebut berdiri di atas pulau jalan kecil dengan atap lengkung berwarna biru dan posisi yang sedikit miring atau diagonal, menyesuaikan alur kendaraan dari jalur pelebaran.

Lampu indikator di atas gardu, berupa panah hijau dan tanda silang merah, sudah terpasang.

Namun hingga kini akses menuju gardu satelit tersebut masih ditutup deretan water barrier berwarna oranye dan kuning sepanjang sekira 200 meter.

Para pekerja juga masih terlihat melakukan sejumlah perbaikan dan penyempurnaan di area gardu baru tersebut.

Padahal sebelumnya perluasan gerbang tol itu sempat diberitakan dapat dibuka penuh secara fungsional pada 11 Maret 2026. 

Hingga saat ini, jalur tambahan tersebut masih dalam tahap finalisasi meski secara fisik telah rampung.

Komisaris PT Jasa Marga Maintenance Road Toll, Nasarudin sebelumnya memastikan pekerjaan pelebaran gerbang telah rampung dan siap mendukung kelancaran arus mudik.

“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum H-10 Lebaran. Setelah itu, pekerjaan dihentikan agar tidak mengganggu arus mudik,” kata Nasarudin, Minggu (8/3/2026).

Dia menegaskan, pihaknya memastikan tidak ada pekerjaan konstruksi yang menghambat perjalanan pemudik menjelang puncak arus mudik.

“Kami memastikan dari sisi infrastruktur jalan tol tidak ada kendala, sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan aman dan lancar,” ujarnya.

Baca juga: Tol Fungsional Bawen-Ambarawa Hanya Buka Hingga Pukul 17.00

Jukir Citarum Semarang Intimidasi ART, Dilarang Pergi Sebelum Bayar Parkir Rp3.000

Jalan Baru Lebih Lebar 

Perluasan itu juga mencakup pembangunan jalur baru selebar sekitar empat meter di sisi kiri jalur utama arah Semarang.

Permukaan jalan menggunakan perkerasan beton (rigid pavement) yang terlihat masih baru dan bersih.

Di awal jalur perluasan tersebut juga terpasang gawang pembatas ketinggian permanen bertuliskan “TINGGI MAKS. 4,2 m”, menandakan jalur tetap dapat dilalui kendaraan besar dengan pengawasan batas tinggi kendaraan.

Dengan tambahan gardu itu, kapasitas transaksi di gerbang tol diharapkan meningkat signifikan sehingga kendaraan pemudik tidak lagi menumpuk di titik yang selama ini dikenal sebagai “bottleneck” menuju Kota Semarang.

Gerbang Tol Kalikangkung menjadi titik vital dalam sistem jalan tol Trans Jawa.

Lokasinya merupakan pintu transaksi akhir bagi kendaraan dari arah barat, Jakarta dan Cirebon, sebelum masuk jaringan Tol Semarang ABC yang mengarah ke Solo, Surabaya, maupun jalur Pantura.

Karena menjadi titik akhir dari skema one way nasional yang biasanya diterapkan dari KM 72 Cikampek hingga KM 414 Kalikangkung, area itu kerap menjadi titik penumpukan kendaraan saat musim mudik.

Harapan Calon Pemudik

20260311 _ GT Kalikangkung Jelang Lebaran 2026
LINTASI GERBANG TOL - Kendaraan melintas masuk arah Kota Semarang di Gerbang Tol Kalikangkung KM 414, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (11/3/2026). Sejumlah petugas terlihat membantu pengemudi yang mengalami kendala transaksi e-toll agar arus kendaraan tetap berjalan lancar.

Rencana penambahan gardu dan pelebaran gerbang tol itu direspons oleh calon pemudik.

Fadhil (29), warga Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, mengatakan bahwa dirinya hampir setiap tahun mudik ke Kota Semarang untuk mengunjungi rumah kakek dan neneknya di Jatingaleh.

Dia mengaku pernah mudik menggunakan mobil pribadi, namun perjalanan sering terhambat kemacetan panjang di sejumlah ruas tol.

“Kalau mudik naik mobil paling macet antara keluar Jakarta sampai Cirebon, di Cipali dan Palikanci. Kalau masuk Kalikangkung macetnya lumayan, tapi tidak separah di Cirebon,” ungkap dia.

Meski demikian, untuk Lebaran 2026 ini, Fadhil memilih mudik menggunakan kereta bersama keluarganya.

“Saya tahun ini pilih naik kereta sekeluarga biar lebih cepat, terjadwal, sudah pasti. Rencana berangkat 19 Maret 2026,” imbuh dia.

Namun dia tetap berharap berbagai upaya rekayasa lalu lintas dan peningkatan kapasitas gerbang tol dapat mengurangi kepadatan kendaraan di masa mendatang.

“Harapannya selain ada one way, perluasan gerbang juga bisa berguna mengatasi penumpukan."

"Jadi kalau nanti mudik naik mobil lagi saat liburan atau Lebaran berikutnya bisa lebih lancar,” pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved