Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Hadapi El Nino, Pemkot Semarang Siapkan Cadangan 1 Juta Liter Air

Pemkot Semarang menyiapkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
AIR CADANGAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Pemkot Semarang telah menyiapkan cadangan 1 juta liter air guna menghadapi el Nino. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang menyiapkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Disebutkan, antisipasi itu dilakukan melalui penyediaan cadangan air bersih sebanyak 1 juta liter.

Air itu untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak kekeringan. 

Baca juga: Motif Begal Sadis Bacok Perempuan di Halmahera Semarang: Kehabisan Congyang

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan, penyediaan air tersebut sebagai bagian dari mitigasi bencana kekeringan di Kota Semarang, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya hingga September 2026.

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dinilai semakin tidak menentu. 

Dia mengatakan, dalam upaya penanganan tersebut, kolaborasi lintas instansi akan dilakukan, termasuk dengan BPBD dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 

"Mudah-mudahan begitu mendengar ada kekurangan air, kami bisa siapkan airnya," katanya, Kamis (9/4/2026).

Sementara itu, Agustina menjelaskan jika perubahan cuaca ekstrem telah mulai dirasakan masyarakat, dimana suhu panas meningkat signifikan.

Kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga memasuki puncak musim kemarau. 

Agustina mengimbau masyarakat perlu lebih sadar terhadap potensi risiko, termasuk bahaya kebakaran akibat daun kering dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. 

"Jadi masyarakat harus aware. Walaupun kadang-kadang orang berasumsi ini cuaca tidak menentu, tapi ini sudah jelas bahwa harus menjaga," tuturnya. 

Kota Semarang yang memiliki kombinasi wilayah perbukitan, lembah, sungai, hingga pesisir laut disebut turut memperbesar potensi risiko bencana jika tidak diantisipasi secara matang. 

Sementara itu, Kalakhar BPBD Kota Semarang, Endro P Martantono menyampaikan, pola cuaca pada 2026 dinilai lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan suhu yang drastis hingga hujan tiba-tiba disertai angin kencang disebut menjadi fenomena yang perlu diwaspadai. 

Baca juga: Semarang dan Kendal Wajib Setor Seribu Ton Sampah, Bakal Diolah Jadi Energi Listrik

“Kalau dibandingkan dengan 2025, tahun ini relatif fenomenal sekali."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved