Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mini Mural Fest Patemesan Hampir Rampung, Sulap Kampung Jadi Kanvas Raksasa

Mini Mural Fest Patemesan di Kampung Patemesan memasuki tahap akhir dan menyulap kampung tersebut menjadi kampung mural.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
MURAL - Para seniman membuat mural di kampung Patemesan, Pekojan, Kota Semarang. (TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mini Mural Fest Patemesan di Kampung Patemesan, Pekojan, Kota Semarang, telah memasuki tahap akhir pengerjaan, dan menyulap kampung tersebut menjadi kampung mural.

Project Director Hysteria Artlabs, Hananingsih Widhiasri, mengatakan kegiatan mural tersebut berlangsung sejak 27 Maret 2026 dan ditargetkan selesai pada 11 April 2026.

“Mulai 27 Maret sampai 12 April. Saat ini progres mural sudah 70 persen, dan tanggal 10 kita targetkan selesai semua,” ujarnya, Kamis (9/4/2026) malam.

Baca juga: Tawuran di Boom Lama Semarang, Warga Takut Lihat Puluhan Remaja Saling Serang

Setelah proses pengerjaan rampung, panitia akan menggelar rangkaian acara penutup pada 11–12 April 2026.

Pada 11 April, akan digelar trial tour terbatas untuk memperkenalkan karya mural kepada publik. 

Sementara puncak acara berlangsung pada 12 April, yang diisi dengan showcase karya, tur kuratorial, serta pertunjukan musik dalam rangkaian Post Citizen Gigs.

“Kita juga kolaborasi dengan Go Ahead Music, nanti ada panggung musik dan pengunjung bisa datang secara gratis,” jelasnya.

Ia menyebut, konsep festival ini mengusung pendekatan yang fleksibel bagi para seniman. Tidak ada tema khusus yang mengikat, meski berangkat dari gagasan tentang “aturan”.

“Awalnya dari tema aturan, tapi kita mencoba tetap dalam aturan tapi juga ‘ngawur’. Jadi seniman kita bebaskan sesuai gaya masing-masing,” katanya.

Selain itu, warga setempat, khususnya remaja, juga dilibatkan dalam proses pengerjaan mural.

“Warga ikut berpartisipasi, terutama remaja di Patemesan. Mereka cukup antusias,” ujarnya.

Menurut Nana, dukungan warga menjadi salah satu faktor kelancaran kegiatan.

Bahkan, kebutuhan dasar seperti konsumsi bagi para seniman turut disediakan secara swadaya oleh masyarakat.

“Mereka sangat terbuka, bahkan untuk makan dan minum seniman disediakan warga,” katanya.

Pemilihan Kampung Patemesan sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved