Berita Semarang
Jalan Gombel Lama Mulai Bersolek, 50 Pelaku UMKM Kini Cemas Hadapi Sepinya Pembeli
Deru kendaraan yang biasanya memecah pagi di Jalan Gombel Lama kini menghilang hingga tujuh bulan ke depan karena jalannya diperbaiki.
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
Sekitar 50 pelaku UMKM tercatat terdampak.
Dari warung sederhana hingga pedagang kaki lima, semuanya harus menghadapi kenyataan sepinya pelanggan.
“Biasanya ramai, sekarang pasti berkurang. Orang juga malas lewat kalau aksesnya ditutup,” kata Tugiman.
Lebih dari itu, ketidakpastian soal kompensasi menambah beban pikiran. Sebagian pedagang bahkan mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas.
“Ada yang belum disosialisasi. Soal bantuan juga belum ada kepastian,” ujarnya.
Di sisi lain, warga yang tinggal di sekitar proyek juga mulai bersiap menghadapi perubahan ritme hidup.
Di RW V saja, terdapat tujuh RT dengan sejumlah rumah yang berada paling dekat dengan lokasi pengerjaan.
Akses keluar masuk memang dijanjikan tetap ada. Tapi suara mesin, getaran alat berat, hingga debu menjadi hal yang sulit dihindari.
“Kalau sudah mulai kerja, pasti terasa. Apalagi kalau pakai alat bor, ya pasti berisik,” katanya.
Meski begitu, warga mencoba bertahan dengan harapan yang sama: perubahan.
Bagi mereka, jalan ini bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah jalur kehidupan, tempat orang bekerja, berdagang, dan bergerak setiap hari.
“Kalau nanti jalannya benar-benar bagus, ya semuanya bisa ikut merasakan. UMKM hidup lagi, aktivitas lancar,” ujar Tugiman.
Baca juga: Bakal Berlangsung Tujuh Bulan, Rekayasa Lalu Lintas Jalan Gombel Semarang Diberlakukan
Terpisah Yen satu di antara pengguna jalan berujar, penutupan akses Jalan Gombel Lama harusnya tak menutup akses transportasi umum.
Pasalnya, Yen kesulitan mendapatkan bus lantaran adanya penutupan jalan tersebut.
"Sudah 20 menit dan beberapa bus tak mau berhenti, karena kondisi padat dan halte tertutup. Semoga saja saat jalan jadi pengguna transportasi umum juga dipikirkan oleh pemerintah dengan membangun halte yang layak di Jalan Gombel Lama," imbuhnya, setelah itu Yen masuk ke kendaraan umum. (bud)
| Begini Progres Pembangunan Mal Terbesar Indonesia di Kota Semarang |
|
|---|
| Foto-foto Wajah Baru Gramedia Jalma Pandanaran Semarang, Spot Baru Pecinta Literasi |
|
|---|
| Protes Uang Rupiah Sekarat, Mahasiswa Bakar Uang Mainan di depan Bank Indonesia Semarang |
|
|---|
| LOFF 2026 Buka Open Submission, Sineas Muda Ditantang Kampanyekan Ketahanan Pangan Lewat Film |
|
|---|
| SMP Semarang Tampung 32 Siswa Berbakat di Kelas Khusus Olahraga, Pastikan Tak Kurangi Kuota Reguler |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260420_Jalan-Gombel-Lama-Kota-Semarang_1.jpg)