Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Penyebab Truk Terguling di Tanjakan Silayur Semarang, Dishub: Kelebihan Muatan

Truk berpelat B  9262 BYY yang memuat kayu triplek terguling di jalur menuju arah BSB Mijen terguling di Tanjakan Silayur Semarang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RESTU DWI
TERGULING - Truk bermuatan kayu triplek terguling di Jalan Prof Dr Hamka, tepatnya di tanjakan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (22/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dishub Kota Semarang menanggapi kecelakaan yang kembali terjadi di Jalan Prof Dr Hamka, tepatnya di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Diketahui, kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Truk berpelat B  9262 BYY yang memuat kayu triplek terguling di jalur menuju arah BSB Mijen.

Posisi truk melintang dan menutup hampir seluruh jalur tersebut.

Baca juga: Sosok Madina Gadis Tunarungu di Semarang, Jadi Desainer Hasil Otodidak, Ngaku Sempat Diremehkan

Awal Mula Geger Penemuan Jasad Tinggal Kerangka di Rumah Kontrakan Salatiga, Ini Kata Polisi

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan menyebut, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Dia menjelaskan, kecelakaan terjadi sekira pukul 01.50, saat jam operasional kendaraan angkutan barang memang diperbolehkan melintas.

Menurutnya, sebelumnya petugas Dishub telah melakukan pengawasan di titik penyekatan hingga pukul 23.00.

"Saya mengecek lokasi pukul 22.00, masih di jalan kendaraan penghaluan."

"Kemudian personel kami meninggalkan lokasi pada pukul 23.00."

"Karena memang pada pukul 23.00 hingga pukul 05.00, waktu diizinkan untuk kendaraan-kendaraan yang akan beraktivitas di kawasan industri dan seterusnya," kata Danang.

Dari hasil pemeriksaan awal, truk yang mengangkut kayu triplek itu diduga mengalami kelebihan muatan.

Beban kendaraan diperkirakan mencapai sekira 27 ton setelah dikonversikan.

Selain itu, Danang menyebut material muatan berupa triplek kemungkinan menyerap air selama perjalanan, sehingga menambah berat kendaraan.

Hal ini diduga menjadi salah satu faktor penyebab truk gagal menanjak di kawasan Silayur.

"Pengakuan dari pengemudi bahwa dari bawah itu sudah menggunakan gigi satu."

"Gigi satu dari Jrakah, naik pelan-pelan sampai di tanjakan silayur itu. Nah, itu mengalami gagal nanjak," katanya.

Secara teknis, kendaraan disebut masih dalam kondisi laik jalan hingga September 2026 dan tidak ditemukan kerusakan fisik yang signifikan.

Namun Dishub menyoroti jika truk jenis tersebut seharusnya tidak melintas di jalan kelas 2 seperti lokasi kejadian.

Baca juga: Gadis 15 Tahun di Semarang Utara Diduga Dibakar Pamannya, Polisi Kejar Pelaku

Akal-akalan Pria 61 Tahun di Wonosobo, Modifikasi Xenia agar Bisa Borong 70 Liter Pertalite

Sebagai langkah evaluasi, lanjutnya, Dishub Kota Semarang berencana memperketat pengawasan kendaraan angkutan barang, termasuk dengan penggunaan timbangan portable untuk mengecek muatan secara langsung di lapangan.

Selain itu, sistem portal buka-tutup juga akan dioptimalkan guna membatasi kendaraan berat melintas di luar ketentuan waktu.

“Harapannya, langkah ini bisa menekan angka kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan,” tambahnya.

"Yang penting itu saat ini kami harus memberikan rasa aman, rasa tentram kepada masyarakat atau pengguna jalan bahwa tidak ada laka lagi."

"Minimal kami bisa menekan tingkat fatalitasnya kecelakaan di situ," imbuhnya.

Diketahui, kecelakaan tersebut menyebabkan truk melintang di badan jalan menuju arah BSB Mijen, sehingga sempat berpotensi menimbulkan kemacetan pada jam sibuk pagi hari.

Petugas pun segera melakukan penanganan untuk mengurai arus lalu lintas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved