Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang

Damkar Kerahkan 10 Armada 60 Petugas untuk Padamkan Api di Pasar Kanjengan Semarang

Sedikitnya ada 10 armada untuk memadamkan kebakaran yang melanda Pasar Kanjengan Semarang pada Rabu (29/4/2026) malam.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
PADAMKAN API - Petugas berjibaku memadamkan api yang menjalar di kios dan ruko kompleks Pasar Kanjengan Semarang, Kamis (30/4/2026) dini hari. Total ada sekira 10 armada dan 60 petugas dikerahkan untuk memadamkan api yang pertama diketahui pada Rabu (29/4/2026) sekira pukul 22.00. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan sedikitnya 10 armada untuk memadamkan kebakaran yang melanda Pasar Kanjengan Semarang pada Rabu (29/4/2026) malam.

Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, pihaknya menerima laporan sekira pukul 22.00 dan langsung merespons dalam waktu sekira 10 menit.

“Teman-teman langsung sampai ke lokasi, begitu ada laporan kebakaran itu,” ujarnya.

Sekira 60 personel pun diterjunkan dalam upaya pemadaman. 

Selain itu, bantuan juga datang dari daerah sekitar seperti satu armada dari Kabupaten Semarang dan satu dari Demak.

Baca juga: Detik-detik Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, Rusianti: Listrik Padam

BREAKING NEWS, Rabu Malam Pasar Kanjengan Semarang Terbakar

“Total ada sekira 10 armada dengan personel lebih dari 60 orang,” jelasnya.

Menurutnya, titik awal api diduga berasal dari bagian pojok bangunan di area belakang pasar.

“Informasi awal dari teman-teman di lapangan, api muncul dari sisi pojok belakang,” katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan sumber air. 

Sejumlah rumah hydrant di lokasi tidak dapat difungsikan secara optimal.

“Ada beberapa rumah hydrant di sekitar lokasi yang tidak bisa digunakan, ada yang tidak memiliki baterai, ada juga yang panel listriknya sudah dicopot,” ungkapnya.

Kondisi tersebut sempat menyulitkan petugas dalam memperoleh suplai air di awal penanganan. 

Namun upaya pemadaman tetap berjalan dengan dukungan sumber air lain.

“Untungnya di dalam rumah hydrant masih ada tandon bawah dengan tekanan air yang cukup kuat, sehingga masih bisa dimanfaatkan oleh petugas,” tambahnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved