Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dosen Untag Semarang Tewas di Kostel

AKBP Basuki “Kabur” dari Kamera Seusai Sidang di PN Semarang, Rompi Oranye Jadi Penutup Wajah

Sidang kasus kematian dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi, dengan terdakwa AKBP Basuki kembali menyita perhatian. 

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/(Dok Zainal Petir/istimewa)
HINDARI SOROTAN KAMERA - Terdakwa AKBP Basuki diduga menghindari sorotan kamera dengan menutup wajah menggunakan rompi tahanan oranye, dan sempat mengibaskannya ke arah kuasa hukum keluarga korban, seusai sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Senin (4/5/2026). Dia merupakan terdakwa dalam kasus kematian dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi, yang sidang pembacaan tuntutannya kembali ditunda dan dijadwalkan ulang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Sidang kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi, dengan terdakwa AKBP Basuki kembali menyita perhatian. 

Bukan hanya karena agenda pembacaan tuntutan yang kembali ditunda, tetapi juga momen mencolok yang terjadi sesaat setelah persidangan berakhir di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (4/5/2026).

Seusai sidang, AKBP Basuki yang berstatus tahanan tampak bergegas meninggalkan ruang persidangan menuju ruang tahanan.

Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, dia diduga berupaya menghindari sorotan kamera. 

Baca juga: Sidang eks AKBP Basuki Soal Kematian Dosen Levi di Semarang Ditunda 2 Kali, Ada Yang Tidak Beres?

Baca juga: "Sini Tidur di Atas" Kalimat Terakhir AKBP Basuki Kepada Dosen Levi Sebelum Ditemukan Meninggal

Bahkan, rompi tersebut digunakan untuk menutupi wajahnya saat digiring petugas menuju ruang tahanan.

Suasana di lorong pengadilan pun sempat ramai. 

Kuasa hukum keluarga korban, Zainal Abidin Petir, sempat turut mengikuti AKBP Basuki, sementara aparat berseragam cokelat mengawal ketat pergerakan terdakwa. 

Di tengah situasi itu, AKBP Basuki terus berjalan cepat sambil menundukkan kepala dan menutup wajahnya.

Zainal Petir mengaku sempat mencoba berinteraksi dengan Basuki. 

“Seusai sidang, awalnya saya hanya tanya kabar, bagaimana, Pak Basuki, sehat-sehat kan,” ujar Zainal.

Setelah itu, AKBP Basuki justru berlari menghindari dokumentasi. 

Zainal pun spontan mengejar di sampingnya.

“Waktu di luar ruang sidang, dia langsung lari menghindari dokumentasi. 

Dia malu divideo dari depan, makanya baju tahanan dilepas buat nutupi wajahnya,” ungkap Zainal Petir kepada tribunjateng.com.

Aksi Zainal Petir mengejar AKBP Basuki tak terhindarkan di lorong pengadilan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved