Dosen Untag Semarang Tewas di Kostel
AKBP Basuki Sudah Jadi Tersangka Kematian Dosen Levi Tapi Polda Jateng Belum Ungkap Hasil Autopsi
Kepolisian Daerah Jawa Tengah resmi menetapkan AKBP Basuki sebagai tersangka dalam kasus kematian
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- AKBP Basuki resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi.
- Penyidik menjerat tersangka dengan pasal kelalaian dan tidak memberikan pertolongan sebagaimana diatur dalam KUHP.
- Polda Jawa Tengah masih mendalami kasus tersebut dan belum mengumumkan hasil autopsi korban ke publik.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepolisian Daerah Jawa Tengah resmi menetapkan AKBP Basuki sebagai tersangka dalam kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35).
Penetapan tersebut dilakukan setelah proses penyelidikan berjalan lebih dari satu bulan sejak korban ditemukan meninggal dunia.
Kepastian status tersangka itu disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, pada Minggu (21/12/2025), usai mendampingi kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Stasiun Tawang, Kota Semarang.
Diketahui sebelumnya, korban ditemukan tidak bernyawa di sebuah hotel yang berada di kawasan Jalan Telaga Bodas Raya, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada 17 November 2025.
Penemuan tersebut sempat menyita perhatian publik dan memicu penyelidikan mendalam oleh kepolisian.
Kombes Pol Artanto menjelaskan bahwa penyidik menilai terdapat unsur kelalaian yang dilakukan oleh AKBP Basuki hingga berujung pada meninggalnya korban.
Baca juga: Lokasi Kecelakaan Maut Bus di Exit Tol Krapyak Semarang Dulunya Tanah Wakaf Masjid: Belum Lunas
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin 22 Desember 2025 Catatkan Sejarah, Tembus Rp 2,5 Juta per Gram
Baca juga: Kecelakaan Bus di Exit Tol Krapyak Semarang Pada Senin Pon, Dipercaya Tak Boleh Bepergian Jauh
Dalam perkara ini, tersangka dijerat dengan pasal terkait kelalaian dan kewajiban memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan bantuan.
“Statusnya sudah naik tersangka beberapa hari lalu. Pasal pidananya kelalaian.
Pasal 306 dan 304 KUHP adalah tidak melakukan pertolongan terhadap orang yang memerlukan bantuan,” kata Artanto usai kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Minggu (21/12/2025).
Penanganan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah.
AKBP Basuki sendiri diketahui merupakan perwira menengah Polri yang bertugas sebagai pengendali massa (Dalmas) di Direktorat Samapta Polda Jateng.
Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi.
Meski status tersangka telah ditetapkan, pihak kepolisian belum mempublikasikan hasil autopsi korban dan menyatakan proses penyidikan masih berjalan.
“Penyidik sama dokter nanti (menyampaikan). Tapi pada prinsipnya, proses hukum berjalan dan saat ini penyidik sedang melakukan pemberkasan terhadap kasus itu,” ujarnya.
| "Sini Tidur di Atas" Kalimat Terakhir AKBP Basuki Kepada Dosen Levi Sebelum Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| "Jantung dan Paru-paru Penuh Darah" Begini Hasil Autopsi Lengkap Kematian Dosen Untag Semarang Levi |
|
|---|
| Akhirnya Polda Jateng Ungkap Hasil Autopsi Dosen Levi Untag Semarang: Pembuluh Darah Pecah |
|
|---|
| Nyaris Sebulan, Polda Jateng Tak Kunjung Tetapkan AKBP Basuki Sebagai Tersangka Kematian Dosen Levi |
|
|---|
| AKBP Basuki Berulah Ngamar dengan Dosen Cantik, Bareskrim Polri Sampai Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251119_AKBP-Basuki-bersama-dosen-untag-Semarang-sekamar_1.jpg)