Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Riset AI Kesehatan di Semarang, Diagnosis Kanker Serviks Ditargetkan Lebih Dini

Sejumlah peneliti di Kota Semarang tengah mengembangkan sistem diagnosis berbasis citra yang ditargetkan memiliki akurasi hingga 95 persen.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D.
WAWANCARA - Ketua IKA Medica-Imesra Semarang Raya, dr Cipta Pramana, menambahkan pihaknya mendorong agar riset-riset kesehatan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Upaya mempercepat deteksi dini kanker serviks kini mulai bergeser ke teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Sejumlah peneliti di Kota Semarang tengah mengembangkan sistem diagnosis berbasis citra yang ditargetkan memiliki akurasi hingga 95 persen.

Peneliti, dr Meliana, menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan mengolah gambar hasil pemeriksaan serviks untuk mengenali pola kelainan yang mengarah pada kanker.

“Selama ini pemeriksaan masih manual melalui IVA test. Dengan AI, kita mengolah citra tersebut agar bisa membantu membaca indikasi kelainan lebih cepat,” ujarnya, dikutip Senin, (4/5/2026).

Baca juga: Rektor UIN Saizu Purwokerto Jadi Pembicara Talkshow Inspiring Leader di UIN Datokarama Palu

Baca juga: AKBP Basuki “Kabur” dari Kamera Seusai Sidang di PN Semarang, Rompi Oranye Jadi Penutup Wajah

Menurutnya, sistem ini dibangun dari kumpulan data gambar yang telah dianotasi, kemudian dipelajari oleh mesin untuk mengenali perbedaan antara kondisi normal dan yang mengarah pada patologi.

Hasilnya, proses diagnosis diharapkan bisa lebih cepat dan akurat, sehingga penanganan pasien tidak terlambat.

“Harapannya, begitu ada indikasi, bisa langsung ditindaklanjuti. Tidak menunggu sampai kondisi sudah parah,” katanya.

Pengembangan teknologi ini dinilai penting mengingat angka kejadian kanker serviks masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu penyebab kematian pada perempuan.

Selain faktor keterbatasan akses pemeriksaan, rendahnya kesadaran masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri. 

Banyak perempuan yang enggan melakukan pemeriksaan karena faktor rasa malu atau tidak menyadari gejala awal.

“Padahal kalau dideteksi lebih awal, sebenarnya bisa dicegah dan ditangani,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada kanker serviks, penelitian lain juga tengah dilakukan terkait faktor risiko preeklamsia pada ibu hamil di Kota Semarang, sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian ibu.

Di tengah pengembangan teknologi tersebut, isu ketergantungan sektor kesehatan terhadap impor juga menjadi sorotan.

Dosen FK Undip, dr Renny Yuniati, menyebut kondisi global seperti kenaikan dolar dapat berdampak langsung pada ketersediaan dan harga obat di dalam negeri.

“Kalau dolar naik, otomatis berpengaruh ke obat. Karena kita masih banyak bergantung pada impor bahan baku,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini industri farmasi nasional belum sepenuhnya mandiri dan masih didominasi pengemasan ulang bahan impor.

Hal itu membuat harga obat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan berpotensi menekan daya beli masyarakat.

“Kalau tidak ada upaya kemandirian, sektor kesehatan akan terus rentan. Makanya riset dan inovasi itu penting,” tegasnya.

Ketua IKA Medica-Imesra Semarang Raya, dr Cipta Pramana, menambahkan bahwa pihaknya mendorong agar riset-riset kesehatan dapat langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

“Selama ini banyak penelitian berhenti di publikasi. Kami ingin riset bisa berlanjut ke tahap hilirisasi, jadi produk atau metode yang bisa digunakan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

“Kita harus mulai dari kebutuhan. Dari situ baru diformulasikan jadi solusi,” tegasnya.

Kegiatan ini disampaikan dalam momentum silaturahmi Halal bi Halal yang juga dirangkaikan dengan peluncuran Yayasan Tri Dharma Cipta Cendekia (TDC) dan Jurnal Alumni FK Undip, yang diselenggarakan oleh IKA Medica Undip Kompartemen Semarang Raya dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 H. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved