Berita Kriminal
Tangis Pilu Korban Treatment Endolift di Semarang: Wajah Mati Rasa hingga Mulut Melorot
Kasus dugaan malpraktik perawatan kecantikan di Kota Semarang menjadi perhatian setelah seorang perempuan
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Seorang perempuan di Semarang melaporkan dugaan malpraktik usai menjalani treatment endolift di klinik kecantikan.
- Korban mengaku mengalami gangguan saraf wajah, mati rasa, kesulitan bicara, hingga terganggu saat makan.
- Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polrestabes Semarang dan masih dalam tahap penyelidikan.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus dugaan malpraktik perawatan kecantikan di Kota Semarang menjadi perhatian setelah seorang perempuan mengaku mengalami gangguan serius pada wajahnya usai menjalani treatment endolift di sebuah klinik estetika.
Kini, laporan tersebut telah masuk ke Satreskrim Polrestabes Semarang dan masih dalam tahap penyelidikan.
Korban berinisial AH atau yang akrab disapa April, warga Tugu, Kota Semarang, melaporkan dugaan kerusakan saraf wajah setelah menjalani tindakan kecantikan pada September 2025 lalu.
Kondisi yang dialaminya disebut memengaruhi kemampuan berbicara, makan, hingga aktivitas sehari-hari.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, membenarkan bahwa laporan dugaan kasus tersebut telah diterima penyidik.
“Untuk LP-nya sudah diterima oleh Satreskrim dengan pelapornya inisial AH, kemudian terlapornya inisial YH.
Saat ini sudah berproses di Reserse Polrestabes Semarang,” ungkap Kompol Riki, Jumat (15/5/2026) sore.
Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Pembentukan 1.000 Desa Wisata Baru, Beban Terberat Dirasakan 3 Kabupaten Ini
Menurutnya, proses penyelidikan masih berjalan dengan meminta klarifikasi dari korban dan sejumlah saksi terkait.
“Sementara penyidik masih melakukan klarifikasi terhadap korban ataupun saksi,” imbuh Kompol Riki.
Awalnya Datang untuk Skin Booster, Berujung Jalani Endolift
Kasus ini bermula ketika April mendatangi klinik kecantikan untuk menjalani treatment skin booster pada 12 September 2025.
Namun, menurut keluarga, dokter di klinik tersebut kemudian menawarkan prosedur endolift dengan klaim hasil lebih maksimal dan bertahan lebih lama.
Suami korban, Raymond Setiawan, mengatakan istrinya sempat diyakinkan bahwa tindakan tersebut hanya menimbulkan efek samping ringan berupa pembengkakan sementara.
“Awalnya istri tidak punya pikiran apa-apa.
| Detik-detik Eko Pedagang Tempe Disiram Air Keras: Bapak Dihentikan Orang Tak Dikenal |
|
|---|
| Polisi Kantongi Satu Nama Pelaku Penusukan Pedagang Es Degan di Mayong Jepara |
|
|---|
| Tak Jadi Dibekukan, Ponpes Al Anwar Jepara Cuma Dilarang Terima Santri Baru Buntut Kasus Pencabulan |
|
|---|
| Tampang 4 Orang Ngaku Penyidik, Wartawan dan Pengacara Intimidasi Keluarga Korban Pencabulan Brebes |
|
|---|
| Besi Ulir Sepanjang 37 Cm Jadi Bukti Sugeng Warga Kebumen Bunuh Istri dan Mertuanya: Cemburu Buta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260516_Aprilia-klinik-kecantikan.jpg)