Semarang
Warga Semarang yang Menembak Kreak Bersenjata Tajam Jadi Tersangka
Seorang pemuda yang diduga bagian dari kelompok kreak bersenjata tajam ditembak warga menggunakan senapan angin laras panjang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pemuda yang diduga bagian dari kelompok kreak bersenjata tajam ditembak warga menggunakan senapan angin laras panjang di Jalan Tegalsari Perbalan, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
Setelah itu, korban mengalami luka serius pada bagian ginjal dan paru-paru hingga menjalani perawatan intensif selama hampir sepekan di rumah sakit.
Insiden penembakan itu sempat beredar di internet melalui sebuah video yang memperlihatkan korban terduduk lemas di aspal jalan sambil menahan sakit, yang diunggah sebuah akun Instagram pada Sabtu (17/5/2026).
Baca juga: Talud Sungai Silandak Semarang Longsor, Warga Gotong Royong Pasang Sandbag
• Bupati Semarang Targetkan 88 Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Mulai Agustus
Dalam keterangan video yang beredar, peristiwa disebut terjadi pada 12 Mei 2026 di kawasan Tegalsari, Semarang.
Namun, polisi memastikan kejadian sebenarnya berlangsung lebih awal, yakni Minggu (10/5/2026) lalu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.
“Inisial korban RFP, 24 tahun, warga Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, satu di antara kelompok yang diduga membawa sajam.
Saat ini (korban) juga masih di RS Elizabeth, belum bisa kita lebih dalami lagi,” ungkap Kompol Riki, Minggu (17/5/2026).
Setelah penembakan terjadi, korban tampak tanpa mengenakan baju, duduk bersandar di bagian belakang sepeda motor.
Sejumlah pemuda lain mengerumuni korban sambil berusaha memberikan pertolongan.
Peristiwa tersebut bermula ketika tersangka bersama sejumlah warga melihat sekelompok pemuda yang diduga membawa dan mengacungkan senjata tajam di sekitar lokasi kejadian.
Kelompok tersebut kemudian dibubarkan warga.
Namun setelah situasi dianggap mereda, tersangka justru mengambil senapan angin laras panjang dari rumahnya.
“Tersangka mengambil senapan angin dari rumahnya dengan alasan untuk menakut-nakuti kelompok tersebut,” kata Kompol Riki.
Senapan itu kemudian diisi peluru.
| "Ruang Isolasi Jebol Tiga Kali", Cerita Pengelola Among Jiwo Hadapi ODGJ Kerap Melarikan Diri |
|
|---|
| Lahan Bekas Tambang di Bawen Bakal Jadi Agrowisata, Akan Dibangun Glamping hingga Kebun Buah |
|
|---|
| BUMDes di Semarang Kembangkan Selada Premium dari Dana Desa, Kini Sumbang 60 Persen PADes |
|
|---|
| Jelang Hari Kebangkitan Nasional, 2.800 Sembako Dibagikan ke Masyarakat Prasejahtera Kota Semarang |
|
|---|
| Warga Kalipancur Semarang Resah, Jalan Rusak dan Truk Tambang Melintas Tak Kenal Waktu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TERDUDUK-LEMAS-Seorang-pemuda.jpg)