Berita Semarang
Sungai Plumbon Semarang Bakal Diperlebar Jadi 25 Meter, BBWS Butuh Rp171 Miliar
BBWS Pemali Juana menyiapkan rencana pengendalian banjir di Kota Semarang dengan pelebaran Sungai Plumbon dari 10 meter menjadi 25 meter.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
Dia mengatakan, pembangunan nantinya dapat didanai melalui APBN maupun skema pinjaman (loan).
Sudarto menyebut pelebaran sungai nantinya lebih banyak menyasar kawasan permukiman dibanding badan jalan.
• Honda Jateng X STERIL 2026 Meriahkan Weekend di Kota Semarang
Tinjau Tanggul Jebol
Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto meninjau tanggul jebol Sungai Plumbon, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Selasa (19/5/2026).
Dalam tinjauannya, dia menyebut kondisi banjir di Semarang sudah surut, meski informasi yang beredar di media sosial pada Senin (18/5/2026) malam masih menunjukkan genangan cukup tinggi.
Dia mengatakan, peninjauan dilakukan sebagai tindaklanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar Pemerintah Pusat bergerak cepat dalam setiap penanganan bencana.
Dalam kesempatan itu, Suharyanto menyebut jumlah pengungsi saat ini sudah mulai berkurang dibandingkan saat banjir terjadi.
Meski demikian, pemerintah pusat dan daerah diminta tetap fokus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
"Tadi juga saya sempat tanya kepada Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng kondisi pengungsi sudah tidak banyak lagi, tidak ratusan atau tidak ribuan."
"Ada beberapa titik pengungsian, ada dapur umum. Tentu saja itu menjadi prioritas kami," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya juga membuka kemungkinan penetapan status kedaruratan apabila hasil asesmen di lapangan menunjukkan kebutuhan tersebut.
Menurut Suharyanto, status darurat dibutuhkan agar dukungan pusat dapat diberikan lebih baik.
"Sekali lagi status kedaruratan bukan berarti pemerintah daerah tidak punya kemampuan untuk mengatasi."
"Itu adalah sekadar untuk pusat melalui BNPB bisa memberikan bantuan secara maksimal," ujarnya.
Selain penanganan darurat, lanjut dia, BNPB bersama Kementerian PU juga membahas penanganan jangka panjang, termasuk relokasi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.
Salah satu opsi yang ditawarkan yakni pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
"Nah, solusinya memang dibangunkan hunian sementara. Pemerintah kota tinggal menentukan titiknya," kata Suharyanto. (*)
| Oknum Anggota DPRD Temanggung Mabuk dan Aniaya Perempuan di Karaoke, Kini Ditahan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 19 Mei 2026: Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| Gula Darah Levi Sempat Tembus 500, AKBP Basuki Sebut Penyebab Kematian Karena Diabetes |
|
|---|
| Kota Semarang Integrasikan Sekolah Swasta Gratis dalam SPMB 2026 |
|
|---|
| RESMI, Agustina Lantik Handi Priyanto sebagai Sekda Kota Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260519-_-Sungai-Plumbon-Semarang.jpg)