Tribunjateng Hari ini
Pelajar SMKN 8 Semarang Unjuk Karya, Ada yang Bikin Board Game hingga Buku Edukasi Anak
SMK Negeri 8 Semarang menggelar kegiatan Gelar Karya Produk Inovasi sebagai wadah unjuk kreativitas.
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMK Negeri 8 Semarang menggelar kegiatan Gelar Karya Produk Inovasi sebagai wadah unjuk kreativitas dan hasil pembelajaran siswa kelas X dan XI yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (25-26/5/2026).
Pameran yang dipusatkan di Aula SMKN 8 Semarang itu terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Mengusung slogan "Idola" (Inovatif, Disiplin, Kolaboratif), para siswa menampilkan beragam karya sesuai kompetensi dari masing-masing jurusan.
Karya tersebut mulai dari produk teknologi, desain kreatif, layanan kesehatan, hingga produk berbasis kewirausahaan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMKN 8 Semarang, Susi Juwita Budhiharti menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) yang rutin digelar setiap semester.
"Gelar karya produk siswa ini dihasilkan dari proses pembelajaran project based learning. Ini agenda kami setiap semester," kata Susi, Senin (25/5).
Ia menambahkan, seluruh karya siswa juga mendapatkan penilaian dari berbagai unsur, mulai dari dunia usaha dan industri, pengawas sekolah, guru, orang tua, hingga sesama siswa.
"Kami juga mengundang orang tua supaya mereka mengetahui dan mengapresiasi hasil belajar anak-anaknya selama satu semester. Jadi orang tua bisa melihat bahwa di SMK itu siswa mampu menghasilkan produk berupa barang maupun jasa," katanya.
Dalam gelar karya tahun ini, tema yang diangkat adalah produk inovatif yang mengikuti perkembangan zaman sesuai karakteristik masing-masing jurusan.
Jurusan yang terlibat meliputi Pekerjaan Sosial (PS), Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Layanan Kesehatan (LK).
Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung datang dari siswa kelas X jurusan DKV, Raffa Aditya Priadi.
Ia bersama timnya menciptakan permainan kartu bernama TNT yang merupakan singkatan dari 'Tilik, Delik, dan Ngintik'. Raffa menjelaskan permainan tersebut menggabungkan dua jenis permainan dalam satu paket kartu.
"Kalau beli kartu ini dapat dua game kartu atau two in one. Ada mode tilik dan mode ngintik," ujarnya.
Siswa lain, Ezra Azka Hardanu dan kelompoknya mempresentasikan buku panduan disertai cerita tentang permainan tradisional.
"Kami ambil tema buku edukasi. Jadi kami membuat buku edukasi anak dengan tema memperkenalkan permainan tradisional. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan mengurangi bermain gadget," katanya.
"Ada egrang, bola bekel, engklek, kelereng, layangan, gasing," imbuh siswa kelas X jurusan DKV itu.
| KPK Periksa Tiga Pegawai Bea Cukai Semarang terkait Kasus Importasi Barang |
|
|---|
| Jemaah Haji Diberi Es Krim Sebelum Masuk Tenda di Arafah |
|
|---|
| Warga Pati Tertipu Rp 1,5 Miliar dengan Iming-iming Anak Masuk Akpol |
|
|---|
| KPK Sita Sembilan Kotak Jam Tangan Mewah Milik Fadia Arafiq |
|
|---|
| Endang Bahagia Bisa Berbagi pada Biksu Thudong lewat Pindapata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Selasa-26-Mei-2026.jpg)