Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unnes

Dokter Hewan dan Mahasiswa Unnes Awasi Penyembelihan Hewan Kurban di Berbagai Titik

Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Negeri Semarang (Unnes) turut terlibat dalam mengawal kualitas, kesehatan, dan keamanan daging kurban.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Istimewa
Tim dokter spesialis bersama mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Negeri Semarang (Unnes) saat memeriksa daging kurban yang disembelih di Masjid Jami’ Ulul Albab, Sekaran Gunungpati Kota Semarang, Rabu (27/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Negeri Semarang (Unnes) turut terlibat dalam mengawal kualitas, kesehatan, dan keamanan daging kurban di berbagai titik penyembelihan di Kota Semarang pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah, Rabu (27/5/2026).

Tim dokter spesialis bersama mahasiswa diterjunkan langsung untuk mengawal.

Langkah pengawasan ini dilakukan melalui kolaborasi luas bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kota Semarang, serta Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Semarang guna memastikan daging yang beredar memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Tidak hanya memantau penyembelihan 13 ekor sapi dan 8 ekor kambing di Masjid Ulul Albab Kampus Unnes Sekaran, tim ahli juga dikerahkan langsung ke lokasi pengabdian masyarakat di Desa Seworan, Grabag, Magelang.

Dokter Hewan sekaligus dosen prodi Kedokteran Hewan Unnes, drh. Irma Dian Nurani, menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan sebelum hingga sesudah hewan disembelih.

“Kami dari tim Kedokteran Hewan Unnes, yang terdiri dari dosen-dosen ahli berpengalaman serta para mahasiswa, turun langsung melakukan pemeriksaan di berbagai titik penyembelihan yang tersebar di Kota Semarang," jelasnya.

"termasuk salah satu fokus utamanya di internal kampus Unnes sendiri,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan ketat meliputi pengecekan kesehatan hewan sebelum disembelih (antemortem) hingga pemeriksaan daging dan organ dalam setelah disembelih (postmortem).

“Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat, dan layak konsumsi. Kemudian mengasah keterampilan klinis mahasiswa dalam mengenali penyakit hewan, serta melatih kesiapan mereka untuk terjun menjadi dokter hewan yang profesional di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Unnes, Prof S Martono memberikan apresiasi penuh atas langkah taktis tim Kedokteran Hewan yang dinilai sebagai implementasi nyata dari kewajiban institusi pendidikan.

“Kegiatan pengawasan hewan kurban ini adalah wujud konkret dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, yang sekaligus menjadi ruang pembelajaran efektif bagi mahasiswa,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved